Banner-Top
Banner-Top
Pria 23 Tahun di Manggarai Lakukan Aksi tak Terpuji
Smart City Antara Konsep dan Realitas
Direktur Cv.Chavi Mitra Tanggapi Sorotan Warga Balus Permai terkait Proyek Jalan dan Jembatan
Proyek Lapen dan Jembatan di Desa Balus Permai disorot Warga
Follow us
Follow us
Olahraga
Berita Terkini
EKONOMI

MANGGARAI TIMUR -- Direktur CV. Chavi Mitra, Vitus Dola selaku kontraktor pelaksana pengerjaan proyek jalan lapisan penetrasi (lapen) dan jembatan di Kampung Wira, Desa Balus Permai, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, NTT tanggapi sorotan warga terkait kegiatan di wilayah tersebut.

Menurut Vitus, untuk pengerjaan Lapen tentunya akan melibatkan masyarakat sekitar. Selain itu, Vitus membenarkan jika dalam proses pengerjaan dan penggalian di area jembatan yang telah selesai dikerjakan itu benar dilakukan secara manual.

[iklan-single]

Vitus juga membenarkan tentang sorotan warga terkait tenaga kerja yang didatangkan dari luar desa Balus Permai.

"Untuk kerja jembatan memang kita datangkan tenaga dari luar. Sedangkan untuk pengerjaan lapen kita akan rekrut warga di desa tersebut," ujar Vitus.

Sebelumnya diberitakan, HS (40), salah satu perwakilan masyarakat Kampung Wira merasa kesal dengan pembangunan jalan dan jembatan jalur Warat-Paan Leleng. Pasalnya sejak penggalian sampai pada tahap campuran pihak kontraktor menggunakan peralatan manual.

"Saya kecewa dengan pembangunan jembatan yang baru selesai dikerjakan. Untuk penggalian di sekitaran jembatan tidak menggunakan alat berat. Tentu jika menggunakan tenaga manusia otomatis galiannya tidak dalam. Ini yang menyebabkan jembatan cepat rusak karena aliran air di saat musim hujan pasti melewati jembatan," kata HS.

Sekadar diketahui, anggaran yang digelontorkan untuk proyek tersebut senilai Rp.698.604.000,00, bersumber dari DAU (Dana Alokasi Khusus). (Yunt)

NGADA -- Bhayangkari Cabang Ngada menyerahkan bantuan kepada korban terdampak banjir bandang di Dusun Malapedho, Desa Inerie, Kecamatan Inerie Kabupaten Ngada, Minggu (5/09/21).

Ny. Tania Rio Cahyowidi selaku Ketua Bhayangkari Cabang Ngada menyerahkan bantuan tersebut secara langsung kepada masyarakat korban banjir bandang.

[iklan-single]

"Beberapa bingkisan dan sembako kita serahkan kepada Warga Malapedho yang terdampak banjir," ujar Tania usai penyerahan bantuan.

Tania menambahkan, jika bantuan yang diserahkan oleh Bhayangkari tersebut sebagai bentuk rasa peduli Bahayangkari terhadap kondisi korban banjir.

"Tentunya, bantuan yang diserahkan oleh Bhayangkari ini sebagai bentuk rasa peduli, simpati dan empati kepada warga yang menjadi korban pasca banjir kemarin," tambahnya.

Menurut Tania, Bhayangkari cabang Ngada bergerak cepat dan berharap bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi warga yang menerimanya.

"Mudah-mudahan bantuan ini dapat bermanfaat bagi warga yang menerima dan semoga musibah banjir ini tidak terjadi lagi serta ada berkah di balik musibah banjir ini," harapnya.

Di sela-sela penyerahan bantuan tersebut, Tania menyampaikan imbauan singkat dan mengajak warga untuk selalu mematuhi protokol kesehatan.

Sekadar diketahui, akibat banjir bandang dan tanah longsor beberapa waktu lalu di Dusun Malapedho, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, dua orang dinyatakan meninggal dunia, satu orang dewasa (wanita) dan satu orang balita (wanita).

Sedangkan korban hilang satu orang (Pria). Hingga saat ini korban yang dinyatakan hilang belum ditemukan. Sebagaimana diketahui, korban hilang merupakan suami dari korban yang meninggal dunia. (Yon)

MANGGARAI TIMUR -- Yohanes Devilje Laja, anak berusia delapan tahun (8) asal Desa Benteng Pau, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, mengalami kelumpuhan sejak usia balita.

Anak manis yang lahir dari pasangan suami isteri Vinsensius Jala dan Roswita Nelci Nggoweng ini hanya bisa merangkak atau meggunakan pantatnya jika ingin bermain bersama sahabatnya.

[iklan-single]

“Pada waktu lahir kami mengira bahwa Yones ini dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik, ternyata kami salah. Sampai saat ini dia belum bisa jalan dan berbicara normal," ujar Vinsensius dengan wajah sedih.

Menurut Vinsensius, keadaan berubah ketika Yones genap menginjak usia dua tahun. Pada usia ini seharusnya Yones sudah bisa berjalan dan berbicara lancar.

Orangtua Yones mulai gelisah dan memutuskan untuk mencari pengobatan tradisonal agar Yones bisa berjalan dan berbicara. Namunn semua usaha yang dilakukan oleh orangtuanya hanya berakhir sia-sia. Yones tetap tidak bisa berjalan dan berbicara.

"Isteri saya mulai gelisah. Ia terus memikirkan nasib Yones. Sesekali kami pergi ke dukun untuk mengobati anak ini, tapi tidak berhasil," kata Vinsensius sambil megusap air mata kesedihan.

Vinsensius menambahkan, semua usaha untuk menyembuhkan anaknya telah dilakukan. Walau tidak berbuah hasil, Vinsensius dan Roswita tidak pernah putus asa demi memperjuangkan nasib anaknya.

Pada tahun 2018 silam, Visensius bersama kakaknya, Kuintus Jala pernah mendatangi sebuah tokoh di Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai untuk membeli kursi roda. Namun, karena keterbatasan biaya, mereka mengurungkan niat untuk membeli kursi roda yang harganya berkisar sekitar satu juta tujuh ratus ribu rupiah.

"Tahun 2018 silam saya ke Ruteng hendak beli kursi roda. Kebetulan saya memiliki uang yang saya tabung dari hasil jual pasir senilai Rp.1000.000,00 (Satu Juta Rupiah). Sampai di Ruteng Kami coba tawar harga kursi roda. Pelayan toko mengatakan harga kursi roda sekitar Rp.1.700.000,00 (Satu Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah). Karena uang kami tidak cukup maka rencana itupun batal," kata Kuintus, saudara Vinsensius Jala.

Yones kecil butuh kursi roda. Foto/Tim.

Keadaan Ekonomi yang Memperihatinkan

Vinsensius tergolong warga tidak mampu. Dia bersama keluarga kecilnya tinggal di sebuah gubuk kecil berukuran 4x5 meter. Gubuk kecil tersebut hanya berdinding bambu berlantaikan tanah.

Vinsensius menghidupi keluarganya dari hasil pertanian. Terkadang, hasil pertanian yang mereka miliki sangat sedikit bahkan tidak mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Bila hasil pertanian tidak mencukupi, Vinsensius terpaksa harus mejadi tukang gali pasir sungai untuk menambah penghasilannya. Hasil dari penjualan pasir itu ia gunakan untuk menafkahi keluarganya.

“Harga satu kubik pasir Rp. 250.000,00. Untuk mendapat satu kubik pasir saya harus bekerja empat sampai lima hari. Sangat sulit untuk menjadi tukang gali pasir. Tetapi dengan keadaan seperti ini, suka tidak suka ya harus kerja biar keluarga saya bisa hidup," ungkap Vinsensius.

Menurut Vinsensius, pendemi Covid-19 membawa dampak yang sangat serius bagi kehidupannya. Menurutnya, pasir-pasir yang sudah digali tidak lagi dijual dengan harga seperti biasanya bahkan tingkat penjualan pasir ikut menurun.

“Tidak ramai seperti biasanya. Terkadang satu bulan hanya laku satu kubik, itupun saya jual dengan harga di bawah standar," kata Vinsensius dengan raut wajah sedih.

Sementara itu, Roswita Nelci Nggoweng, Istri Vinsensius mengatakan tidak bisa membantu suaminya untuk bekerja. Hal tersebut dikarennakan ia harus menjaga Yones jika suaminya keluar rumah.

Apalagi dalam beberapa bulan terakhir ia tidak bisa melakukan pekerjaan rumah tangga sepenuhnya karena sedang mengandung adik dari Yones. Ia hanya bisa mendukung suaminya dengan doa yang ia panjatkan setiap hari.

“Yones tidak bisa tinggal sendirian di rumah. Setiap hari kami bergantian mejaga dia. Beberapa bulan terakhir saya tidak keluar rumah dan fokus menjaga Yones," kata Roswita.

Mirisnya, menurut Vinsensius, Yones tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah meskipun kondisinya sangat memperihatinkan.

Sementara itu, Kepala Desa Benteng Pau, Benyamin Rahing mengatakan, pihaknya pernah mengirimkan data ke kecamatan yang diteruskan ke Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Timur terkait keadaan Yones sekitar beberapa tahun lalu.

Namun menurut, Benyamin, hingga saat ini belum mendapat jawaban dari Pemda Manggarai Timur.

"Sampai saat ini belum ada jawaban. Kita akan terus berusaha agar Yones benar-benar mendapatkan bantuan sesuai dengan kebutuhannya," kata Benyamin, Kamis, 5 Agustus 2021.

Keluarga Yones berharap, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur ataupun pihak lain dapat membantu Yones untuk menyumbangkan kursi roda. (Tim)