Sen. Des 16th, 2019

Lugas, Berani, Independen

21 Orang Suster Asal Flores dan Timor Ikrar Kaul Kekal di Roma

3 min read

Para suster sedang menyanyi penyerahan diri kepada Bunda Maria. Foto: Sr. Memik Kamelo.

Oleh: Sr. Maria Helmina Jeniu, MBC.

 

ROMA-Kongregasi suster-suster Compassionaste Serve di Maria (CSM) baru saja mengalami sukacita yang sangat besar karena tahun ini mereka kembali memanen panggilan hidup yang berlimpah melalui upacara pengikrarkan kaul kekal untuk 21 orang suster.

Moment yang tak terlupakan ini terjadi pada Sabtu(6/7/2019)yang berlangsung di kota Castellamare di Stabia(sebuah kota kecil yang berjarak tempuh 4 jam dari Roma). Perayaan Ekaristi kudus ini dilaksanakan pada  jam 10.00 pagi waktu setempat(jam 4 sore wib)di Gereja Santa Maria berduka cita di samping Rumah induk dari kongregasi CSM. Perayaan misa kudus ini dipimpin oleh Monsinyur Franceso Alfano (sebagai Uskup Sorento Castellamare di Stabia) dan para pastor conselebran, di antara mereka ada pastor-pastor dari Indonesia baik yang sedang melanjutkan studi di Roma maupun yang sudah berkarya di Italia.

Hadir dalam perayaan Ekaristi kudus yaitu duta besar Indonesia untuk Tahta suci Vatikan bersama ibu, dan bersama para pegawai kedutaan serta para suster Indonesia yang berkarya diberbagai kongregasi di kota Napoli dan sekitarnya. Hadir pula para biarawan biarawati dari berbagai negara serta ratusan umat lainya yang ingin menyaksikan dari dekat ritus upacara kaul kekal ini. Kehadiran mereka merupakan suatu dukungan yang sangat besar dan merupakan hadiah yang sangat berharga bagi para suster Yubilaris.

Para suster rebah depan Altar Tuhan dalam perayaan kaul Kekal. Foto: Sr. Maria Helmina Jeniu, MBC.

 

Ke-21 suster yang menerima kaul kekal kali  ini berasal dari Indonesia yaitu  dari daratan Flores dan Timor(Kabupaten Manggarai Raya, Ngada, Ende, Maumere, Larantuka dan beberapa dari mereka dari daratan Timor).

Sungguh sebuah jumlah yang sangat berarti dan patut di banggakan baik untuk Propinsi NTT sendiri maupun untuk keluarga besar kongergasi suster-suster Compasioniste Serve di Maria.

Ke-21 suster tersebut adalah,’ Sr. Anta Nitsae CSM, Sr. Benedikta Teluma CSM, Sr. Kristina Tampan CSM, Sr.Kristina Danut CSM, Sr. Edelina To CSM, Sr. Emiliata Koa CSM, Sr. Fransiska Bona CSM, Sr. Yasinta Jemina CSM, Sr.Yanuaria Mokos CSM, Sr.Yustina Marianto CSM, Sr. Yoesefita Paula maru CSM, Sr. Liwida Nurmini CSM, Sr. Maria Gua CSM, Sr. Maria Fay CSM, Sr. Maria Bosoen CSM, Sr. Maria Goreti Daso CSM, Sr. Marselina Nago CSM, Sr. Martha Banunaek CSM, Sr. Ursula Hurint CSM, Sr. Veronika Taek CSM, Sr. Veronika Mian CSM.

Dalam homilinya uskup Francesco mengutip  bacaan injil Matius bab 19 ayat 21. Kata Yesus kepadanya “jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, jualah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah kemari dan ikutlah aku”.

“Kisah seorang anak muda kaya yang datang kepada Yesus ini telah menjadi inspirasi bagi kita untuk mengenal dan menjalani panggilan kita sebagai biarawan biarawati, tentang apa sebenarnya yang menjadi kebahagian sejati, agar kita tetap kuat dan tidak terbuai oleh godaan duniawi, karena kebahagian itu tidak terletak pada banyaknya kekayaan kita, tetapi bagaimana kita menggunakan kekayaan itu sebagai fasilitas untuk lebih dekat lagi dengan Allah,” demikian homili dari Uskup Francesco.

Sesuai dengan ritus liturgi yang berlaku setelah homili dilanjutkan dengan acara serah setia para yubilaris kepada Allah yang telah memilih mereka untuk menjalankan hidup sebagai seorang biarawati. Pada moment ini juga ada acara pengenaan cincin sebagai lambang persatuan yang utuh kepada Sang Guru “Yesus Kristus”.

Keseluruhan acara berlangsung dengan hikmat dan khusuk, semua suster begitu bahagia karena acara pengikraran kaul ini berjalan lancar. Suster Benedeta mewakili para yubilaris dalam sambutannya mengatakan bahwa acara ini adalah sebuah bentuk perayaan syukur kepada Allah yang telah memberi kita kehidupan dan kesempatan untuk kita semua.

“Acara ini adalah sebuah bentuk perayaan syukur kepada Allah yang telah memberi kita kehidupan dan kesempatan untuk kita semua, terlebih khusus untuk menjadi anggota tetap sampai mati pada Kongregasi Compassioniste serve di Maria (CSMjucapan terimakasih yang terdalam untuk bapa duta besar Indonesia bersama ibu karena beliau selalu setia mendampingi anak-anaknya di pelosok manapun mereka berada. Tidak lupa kami ucapkan terimakasih bagi orangtua dari para suster yubilaris yang telah bersedia menyerahkan putri-putri mereka untuk melayani Tuhan lewat kongregasi CSM sesuai dengan misi dan kharisma kongregasi. Lebih khusus juga saya ucapkan profisiat untuk semua teman-teman suster dan keluarga besar kongregasi CSM, kaul kekal bukan akhir dari sebuah perjuangan melainkan awal dari sebuah tugas dan misi dimana tantangan selalu ada, tapi bersama Yesus Sang Guru kita semua bisa,” tutup suster Bernadeta.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.