Agus Supratman: Tuduhan Bahwa Pemda Matim Halangi Proses Hukum Afra Ambul Tidak Beralasan

oleh -797 views
Agus Supratman. Foto/Nardi Jaya.

Oleh: Nardi Jaya

 

BORONG, POSFLORES.COM– Terkait pemberitaan media massa baru-baru ini tentang pernyataan Ketua Tim Kuasa Hukum Afra Ambul, Herman Hemmy yang mengungkapkan bahwa proses hukum yang sedang berjalan dihalangi oleh Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Manggarai Timur, mendapat tanggapan serius dari Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur (Matim)

Pemda  Matim melalui Biro Humas dan Protokol Agus Supratman, mengatakan bahwa yang terjadi antara Pemerintah dan Kuasa Hukumnya Afra sebenarnya adalah miskomunikasi.

“Terkait Afra itu, Pemerintah dalam tahap awal sudah fasilitasi. Melalui Nakertrans,
Ibu Marna kemarin sudah ke Jakarta dan berkordinasi dengan berbagai pihak, yang terkait dengan masalahnya Afra. Antara Pemerintah dan Kuasa Hukumnya Afra Ambul yang terjadi sebenarnya adalah miskomunikasi,” tandas Agus.

Agus menegaskan, tuduhan bahwa pemerintah menghalang-halangi proses hukum itu sebenarnya tidak beralasan.
Pemerintah tidak ada unsur untuk menghalang-halangi proses hukum.

“Karena sesuai informasi dan data-data yang diperoleh bahwa afra sedang mengalami suatu masalah makanya pemerintah mengutus ibu marna dari nakertrans untuk pergi berkordinasi dengan beberapa pihak mulai dari nakertrans di Jakarta barat, pihak kepolisian sektor cengkareng dan sampai disana ibu Marna dapat informasi bahwa anak ini sedang dalam penanganan kuasa hukum,” jelas Agus, Kamis, 7 November 2019.

Saat Ibu Marna bertemu dengan kuasa hukum Afra, tambah Agus, waktu itu disepakati bahwa masalah hukumnya itu menjadi tanggung jawab Kuasa Hukum, sedangkan masalah upah atau haknya si Afra itu difasilitasi oleh Pemerintah kabupaten dalam hal ini Nakertrans melalui ibu Marna. Karena sudah disepakati dan masing-masing jalan dua soal ini.

“Sekarang untuk perkembangan masalah hukumnya media silakan berkordinasi dengan kuasa hukumya sedangkan berkaitan dengan hak-haknya dalam hal ini upah kerja Afra selama 9 tahun silahkan berkordinasi dgn Nakertrans Matim,” tutup Agus.

Informasi yang diperoleh Posflores.com, untuk upah Afra, saat ini pelaku (majikan Fredi) bersedia membayar langsung kepada Afra dan disaksikan lansung oleh pihak Keluarga.(*)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *