Banner-Top
Banner-Top

AHP : Guru Harus Merdeka Sebelum Memerdekakan Siswa

AHY saat Reses di Matim. Foto/Ando.
AHY saat Reses di Matim. Foto/Ando.

MANGGARAI TIMUR, POSFLORES.COM — Dr.Andreas Hugo Pariera, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) yang juga merupakan Anggota Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) mengadakan reses serap aspirasi masyarakat di Manggarai Timur, NTT, Senin, 19 April 2021.

Pada kesempatan itu, AHP bertatap muka dengan perkumpulan guru dan tenaga kependidikan honorer non kategori usia tiga puluh lima tahun ke atas (GTKHNK 35 +) di SMAN 2 Borong.

Dalam sambutan pembukanya, AHP mengaku sejak tahun 2014 pihaknya sudah memikirkan nasib tenaga honorer di Republik ini.

“Sejak tahun 2014, kami didatangi kelompok  – kelompok tenaga honorer dari berbagai sektor dan selalu ada tuntutan untuk diangkat menjadi PNS,” kata Anggota DPR RI Komisi X Fraksi PDIP ini.

Lebih lanjut ia menegaskan, pihaknya akan memperjuangkan kesejahteraan guru – guru honorer. Karena menurutnya, guru harus merdeka sebelum memerdekakan siswa.

“Intinya ke depan, kami di Komisi X akan memperjuangkan aspirasi guru – guru honorer supaya bisa diangkat menjadi PNS. Guru harus merdeka sebelum memerdekakan siswa,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Matim, Jaghur Stefanus yang turut hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan rasa syukurnya karena dalam reses kali ini bisa kembali berjumpa dengan Andreas. Selain itu, Jaghur merasa prihatin atas nasib guru honorer.

“Reses tahun lalu sewaktu penyerahan sertifikat PIP saya juga hadir. Kali ini juga saya kembali hadir berjumpa dengan beliau. Terkait guru, Jujur, saya merasa sedih dan prihatin. Hati saya menangis karena masih ada guru honorer di wilayah kabupaten ini yang digaji dengan 300 ribu rupiah/bulan,” ucap Jaghur.

Wabup Jaghur berharap, AHP bisa memperjuangkan kesejahteraan guru – guru honorer di Kabupaten Manggarai Timur di tingkat pusat.

“Besar harapan kita hasil pertemuan hari ini bisa bapak perjuangkan. Kalau bapak yang berjuang, saya yakin pasti sukses,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, rapat dengar pendapat forum GTKHNK 35+ non kategori Kabupaten Manggarai Timur yang dihadiri puluhan guru honorer dalam rangka menjemput Kepres PNS.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua DPC PDIP Matim, Marselis Sarimin, Kepala Dinas PPO, Basilius Teto, Wakil Ketua 1 DPRD Matim, Bernadus Nuel, dua orang Anggota DPDR Fraksi PDIP, Gonis Bajang dan Sales Medi. (Ando)

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top