Banner-Top
Banner-Top

Akhir Masa Jabatan, BPD tidak terima Laporan Pertanggungjawaban Kepala Desa Lembur

Kantor Desa Lembur, Kota Komba. Foto/ Nardi Jaya.
Kantor Desa Lembur, Kota Komba. Foto/ Nardi Jaya.

Oleh: Nardi Jaya

 

BORONG, POSFLORES.ComBadan Permusyawaratan Desa (BPD) Lembur menolak diadakannya Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Kepala Desa Antonius Jalorong pada Jumad (23/8/2019).

Sekretaris BPD Florentinus Dho ketika diwawancarai media ini mengatakan dasar-dasar penolakan tersebut antara lain karena selama mereka menjabat sebagai BPD, Kepala Desa tidak pernah melakukan laporan kinerja baik secara tertulis maupun lisan.

“Selama kami menjabat sebagai BPD, Kepala Desa tidak pernah memberikan laporan kinerja baik secara tertulis maupun lisan,” jelasnya

Lebih lanjut Florentinus menuturkan, keterlibatan Masyarakat sangat penting dalam sebuah laporan pertanggungjawaban.

“Masyarakat tidak ada yang tau bahwa hari ini Kepala Desa melakukan laporan pertanggungjawaban kepada BPD, karena tidak ada keluar surat undangan. Makanya BPD merasa keberatan untuk dilakukannya agenda tersebut. sempat terjadi perang mulut di ruangan tadi karna Kepala Desa ngotot hari ini harus tetap lakukan LPJ,” kata Florentinus polos.

Sementara itu Lorensius Melong Wakil ketua BPD Lembur, saat dikonfirmasi via telpon membenarkan kejadian itu.

“Betul ! kami tadi membatalkan agenda LPJ, karena dinilai tidak transparan antara Kades dengan sekretaris dan kubu BPD itu sendiri,” pungkas Lorensius.

Lorensius menjelaskan , Dasar penolakan dikarenakan kepala Desa tidak bertanggung jawab kepada BPD dan Masyarakat.

“Kami inigin LPJ itu dihadiri oleh seluruh masyarakat, supaya semuanya bisa terang benderang, tidak tertutup dan harus transparan. Inikan LPJ akhir jabatan, jadi sangatlah penting supaya masyarakat dilibatkan, kami akan secepatnya menjadwalkan ulang agenda LPJ ini dan melibatkan masyarakat, apa lagi ketua BPD tadi yang sempat ngotot untuk terus melanjutkan agenda ini, tapi kami dari kedelapan anggota menolak hal tersebut,” ujarnya.

Sementara itu Bonefasius masyarakat Dusun Pandu, ketika diwawancarai posflores.com mengaku sangat menyayangkan hal ini. Sebagai orang tua yang menjadi pelaku sejarah pembentukan Desa Lembur, dirinya menyebutkan Kepala Desa Antonius berbeda dengan kepala Desa yang lain sebelumnya.

“Yang menjadi pelaksana tugas sementara (plt) saat ini kan sekretaris Desa. Tapi kok segala aset Desa seperti Sepeda motor dan laptop masih ditangan Dia (Antonius). Jadi bagaimana mereka mau ketik syurat atau jalan urus administrasinya sana-sini. Jangankan itu, kartu ATM Rekening Khas Desa pun masih di dia punya tangan. Tadi saya dengar sendiri keluhan bendahara,” pungkas Bone

Bone juga berharap LPJ akhir jabatan Kades Lembur harus terbuka, supaya diketahui masyarakat Lembur.

“Saya berharap LPJ nya nanti transparan kepada masyarakat dan BPD seperti kepala Desa sebelumnya. Kita semua mengharapkan itu,” tutupnya.(*)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top