Banner-Top
Banner-Top

Anggota DPRD Matim: Stop dulu Berdebat tanpa Data dan Fakta Terkait Pabrik Semen

Bonavantura, anggota DPRD Matim. Foto/ist.
Bonavantura, anggota DPRD Matim. Foto/ist.

BORONG, POSFLORES.COMAnggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur, Bonavantura Jemarut, buka suara terkait pro kontra tentang rencana kehadiran Pabrik Semen di Lengko Lolok, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, NTT.

Kepada posflores.com, Senin, 18 Mei 2020, Bona sapaan Bonavantura Jemarut itu mengemukakan, pada dasarnya bahwa apa yg disampaikan rekan anggota DPRD selama ini adalah murni sebagai pendapat pribadi, yang tentunya sudah dibaca dari soal kepentingan dan situasi lokal.

Menurut anggota DPRD Matim dari Fraksi PKB itu, rencana kehadiran pabrik semen di Lengko Lolok, dirinya justru mengklaim bahwa itu bukan berarti soal jadi atau tidak jadinya. Menurutnya yang paling urgent sekarang ini adalah bagaimana semua pihak menghargai sebuah proses yang masih panjang.

“Bagi saya, terkait rencana kehadiran Pabrik Semen di Lengko Lolok, itu bukan berarti bicara soal jadi atau tidak jadinya. Tetapi yang paling urgent saat ini adalah bagaimana kita semua menghargai sebuah proses yang masih panjang dan yang sedang berjalan ini,” ujarnya.

Menurut Bona, semua ikut berperan aktif melakukan pengawasan terhadap proses maupun pelaksanaan kesepakatan yang ada antara investor dengan pemilik lahan. Kemudian pengawasan soal dampak bagi masyarakat lingkar tambang, hingga menggerus ke dampak sosial, ekomomi, budaya dan lingkungan sekitar.

“Kemudian berkaitan dengan pengawasan harga lahan warga, tentu kita bisa mengkaji dulu soal harganya, apakah itu dihitung berdasarkan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) ataukah ada mekanisme lainnya soal penentuan harga untuk pembangunan fasilitas yang bukan fasilitas Pemerintah dan atau untuk kepentingan umum,” kata Bona.

Soal dampak dari kehadiran tambang itu sendiri, ia juga mengungkapkan apabila dampak negatif dari kehadiran tambang tersebut lebih besar dari pada manfaatnya, maka semua pihak pasti sepakat bahwa tambang dan pabrik ini harus ditolak. Tetapi apabila dampak positif dan manfaatnya justru lebih besar dirasakan nanti oleh warga sekitar dan Pemda Manggarai Timur, sebagai anggota Dewan, dirinya yang merupakan representasi dari masyarakat Matim, secara pribadi berani mengatakan membela kepentingan yang lebih besar.

Kembali ia mengatakan, riset itu penting agar semua pihak berbicara di atas data yang valid dan akurat. Sehingga, kemudian masyarakat diedukasi dengan data.

“Saya berharap, jauhkan dari kita semua terkait kepentingan-kepentingan yang kemudian merugikan masyarakat serta daerah Manggarai Timur. Sekarang, kita tidak perlu harus ribut di media sosial. Stop dulu berdebat tanpa data dan tanpa melihat fakta. Mari kita turun ke lokasi untuk ketahui bersama situasi dan kondisi di sana, dan berbicara langsung dengan warga terdampak,” ucap Bona.

Kata Bonavantura, masyarakat mestinya diberi pemahaman dulu soal dampak ini, sehingga hasil akhirnya mereka paham dan benar-benar mengerti.

Ia juga menerangkan, kalau ada anggota DPRD Manggarai Timur yang secara tegas menyatakan dukungannya terhadap tambang batu gamping dan pabrik semen itu sah-sah saja.

“Tetapi penting untuk dicatat bahwa secara kelembagaan belum ada rapat resmi terkait persoalan ini, tutup anggota DPRD itu. [Event Mardivanto]

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top