Banner-Top
Banner-Top

Babak Baru Nasib Guru Penganiaya Disabilitas dan Lansia di Matim

Ilustrasi kekerasan. Foto/Ist.
Ilustrasi kekerasan. Foto/Ist.

MANGGARAI TIMUR — YD, terduga pelaku kasus penganiyaan terhadap KA (57), seorang Disabilitas dan LS (64) Lansia asal Weso, Desa Nanga Puun, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur sudah diperiksa pihak Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Timur.

Hal tersebut dijelaskan Kasat Reskrim Polres Matim, IPDA Agustian Sura Pratama, STRK. Menurut Agustian, terduga pelaku sudah diperiksa tanggal 5 November.

“Terduga pelaku sudah diperiksa pada hari Jumat 5 November lalu. Tinggal kita gelar untuk menentukan pasalnya,” ujar Agustian, Senin, 8 November 2021.

Kasus tindak kekerasan yang dilakukan YD rupanya menarik perhatian Praktisi Hukum Universitas Katolik St. Paulus Ruteng, Dr. Laurensius Ni, SH, MH.

Laurentsius mengatakan YD bisa dijerat dengan pasal 355 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan berat yang dilakukan dengan cara direncanakan terlebih dahulu.

“Pelaku dihukum penjara selama-selamanya dua belas tahun,” ujar Laurensius kepada posflors.com.

Ia menilai, kasus penganiyaan terhadap penyandang Disabilitas dan lansia termasuk penganiayaan berat yang direncanakan.

“Oleh karena itu, oknum ASN tersebut harus dihukum sesuai aturan yang ada dengan segala kosekwensinya sebagai seorang ASN,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, KA dan LS asal Weso, Desa Nanga Puun, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur jadi korban kebrutalan Oknum ASN berinisial YD. Diketahui, YD berstatus sebagai Guru yang mengajar di SDK Lando Nanga.

Korban pada akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Manggarai Timur pada Jumat 29 Oktober lalu. Dalam kopian surat laporan yang diperoleh Wartawan, korban melaporkan tindak pidana Penganiayaan dengan nomor STPL/93/X/2021/NTT/Manggarai Timur. (Yopie)

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top