Banner-Top
Banner-Top

Banteng Cup, Oksigen  yang Menyegarkan (3)

Anggota DPR RI Fraksi PDIP, Andreas Hugo Parera didampingi Ketua DPC PDIP Manggarai Timur, Marsel Sarimin membuka secara resmi pertanding futsal di Peot, Kabupaten Manggarai Timur. Foto/dokumentasi Epoz.
Anggota DPR RI Fraksi PDIP, Andreas Hugo Parera didampingi Ketua DPC PDIP Manggarai Timur, Marsel Sarimin membuka secara resmi pertanding futsal di Peot, Kabupaten Manggarai Timur. Foto/dokumentasi Epoz.

 

Oleh: Kanis Lina Bana

Desember 2021. Detik-detik menjelang perayaan Natal bagi umat Kristiani khususnya dan perayaan mengatup perjalanan waktu tahun 2021 bagi masyarakat umumnya. Di fase “antara” inilah, Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDIP) Manggarai Timur menggelar turnamen  Futsal Banteng Cup I.

Sebanyak 31 tim bertarung. Mereka datang dari  wilayah  sekitar  bilangan  daratan Flores. Mulai dari penghuni  tanah super premium hingga tanah sejarah Ende Sare Pawe. Dan pada lapangan megah peninggalan,  Kompol Yulianik, inilah anggota Tim Futsal dari daerah itu mempersembahkan wujud manusia. Perwujudan    makhluk rasional berdimensi jamak, kata  Filsuf, Prof. Dr. Kondrad Kebung Beoang, SVD.

Sebab  di lapangan futsal –“karpet coklat” itulah  para pemain yang “disekap”  selama dua tahun terakhir-akibat “dicekik” Covid-19  merayakan dua adegan serentak. Sebagai   makhluk individu dan makhluk sosial sekaligus.

Dan, kata Salesius Medi, pertandingan futsal itu juga memperlihatkan dimensi paradoksal individu manusia. Sukses dan gagal. Empat tim yang sukses harus  riang gembira menggelegar. Sementara yang kalah harus tahan napas berbalut  sesal. Itulah produk cetakan kompetisi pada umumnya dan turnamen Futsal Banteng Cup I ala DPC PDIP Manggarai Timur pada khususnya.

Kapass FC-Manggarai Barat keluar sebagai champion. Memboyong hadiah  piala tetap,  piala bergilir, dan uang tunai Rp 7.500.000. Juara II ditorehkan Tim Yamet Kodasi dari Manggarai. Mereka berhak mendapat piala tetap dan uang tunai Rp 5.000.000  Juara III  diraih  Tim Alexis asal  tanah Komodo raksasa-Manggarai Barat. Mereka memborong piala tetap dan uang pembinaan Rp 3.000.000.  Dan juara IV diraih Spartan Yunited, anak-anak Jai Bajawa. Mereka  memboyong uang tunai Rp 1.000.000 dan pila tetap.

Kapass FC pantas menyabet piala bergilir Banteng Cup I DPC PDIP Manggarai Timur karena memang menguasai teknik permainan. Olah bola terukur dan akurasi menjebol gawang lawan dimainkan sejak babak penyisihan. Mereka menampilkan “akrobatik” seni dan keindahan ketika berseteru di lapangan. Stamina   terawat plus postur tubuh di atas rata-rata menambah  bobot permainan mereka.

Prestasi Kapass FC semakin komplit karena pemain terbaik dan pencipta gol terbanyak berasal dari timnya. Anak muda milenial, Mathias Salesar Putra Miba menorehkan 19 gol. Dia “menggondol” uang tunai masing-masing Rp 1.000.000.

Sementara tuan rumah Manggarai Timur belum  beruntung. Meski menampilkan beberapa tim, tetapi  Dewi Fortuna belum memihak. Masih butuh waktu latihan lebih intens  lagi. Yang membanggakan adalah kerja panitia “bertenaga kuda” yang “digawangi” Dino Kerjon. Bersama  DPC PDIP Manggarai Timur berhasil mengatur seluruh irama kompetisi secara elegan. Mereka pantas mendapat predikat, “summa cumlaude,”  atau With Highest Praise, kata Yorit Poni.

Gemah kompetisi Futsal ciptaan DPC PDIP Manggarai Timur  semakin meluas. Sebab media partner- Floreseditorial.Com  (FEC) besutan Andre Kornasen melaporkan seluruh jalannya pertandingan. Mulai dari “ritual” pembukaan kompetisi  hingga  penutup.  Semuanya disajikan lewat narasi pendek memikat. Lurus penuh emosi deg-degan.

Tidaklah mengherankan Ketua DPC PDIP Manggarai Timur, AKBP Purnawiran Marsel Sarimin menyatakan kebanggaan atas kerja keras panitia. Sekaligus menyampaikan terima kasih berlipat- lipat bagi jajaran Polres Matim, Koramil 1115 Borong, Satgas Covid-19 Manggarai Timur, wasit dan para pemain seluruhnya. Sebab beraras dalam kesantunan paham semua kegiatan berjalan aman, tertib penuh persaudaraan. Sesuai  tagline turnamen “merawat persaudaraan dan menjunjung tinggi sportivitas!”.

Khusus panitia, demikian AKBP Purnawirawan Marsel Sarimin, meski limit waktu kerja hanya dua minggu  plus stok biaya akomodasi  yang “terjepit”  menyisahkan kegelisahan penuh tanya.  Tetapi semuanya bisa berjalan dengan baik.

Kecemasan itu diakui ketua panitia, Dino Kerjon. Bahwa sejak  awal kegiatan, keterbatasan biaya menjadi tantangan. Namun semuanya pupus seketika, tatkala  kerja cerdas dalam diam nan pasti Ketua  DPC PDIP Manggarai Timur, AKBP Purnawirawan Marsel Sarimin, sendiri. Mantan Kapolres Manggarai ini pandai membaca bahasa tubuh panitia serta membidik dengan jitu solusinya. Proficiat Mekas Marsel.

Sosok  lentur yang dalam diam yang tak diam, selalu ada kepastian. Ada solusi tepat  membebaskan.  Anggota panitia yang serba kompak juga membuat semuanya jadi indah. Karena bertanggung jawab terhadap seksi dan subseksinya. Kerja tepat, efektif, dan terukur.

Terlepas dari hadiahnya, ruang pentas turnamen jelang akhir tahun yang “ditayangkan” DPC PDIP Manggarai Timur  ini jadi suguhan  istimewa.  Tidak hanya para penggemar olahraga futsal itu sendiri tetapi masyarakat umumnya.  Betapa tidak. Turnamen yang berlangsung empat  hari penuh itu menjadi asupan oksigen baru setelah lelah menantang   “guncangan tsunami” Covid-19.

Turnamen futsal menjadi hiburan yang sangat memikat dan membantu masyarakat. Dinamika pusat kota sungguh terasa. Bisa memberikan  kepuasan emosi  yang menghangatkan. Mengingat  hiburan di Borong sangat mahal. Terbukti setiap akhir  pekan banyak orang Manggarai timur  memilih keluar.

Karena itu, pinta Ketua    DPC PDIP Manggarai Timur, AKBP Purnawirawan Marsel Sarimin, pemerintah daerah perlu hadir  dan memastikan perhatian pada potensi kaum milenial. Perlu ada agenda konkret pembinaan di bidang olahraga sepak bola umumnya dan  futsal pada khususnya.

Kecuali itu, pada tahun 2022 secara  internal DPC PDIP Manggarai Timur merencanakan menggelar tiga kompetisi. Bukan hanya untuk orang dewasa tetapi anak-anak juga. Khusus anak-anak perlu ada ruang latihan yang dikawal tim. Agar pada saatnya dapat berkompetisi dengan leluasa.

Bola futsal ala DPC PDIP Manggarai Timur antara keindahan dan tarian kehidupan adalah  jejak sejarah yang menyejarah. Sejarah yang selalu memberi hiburan. Karena memang sang perintis Kompol Yulianik telah meletaknya dalam ruang petak waktunya.

Mama Kompol Yulianik, titian serabut telah engkau lewati. Lapangan futsal sejarahmu. Sopang Rajong tempatmu melawat meski sakit sedang menggerogotimu.  Kami mendoakan dan mengenangmu. Oksigen racikanmu sungguh-sungguh berenergi buat kami. (Habis)

 

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top