Belasan Warga Desa Mokel Datangi Kantor Bupati Manggarai Timur

Belasan warga datangi Kantor Bupati Matim. Foto/Nardi Jaya.

Oleh: Nardi Jaya

 

BORONG, POSFLORES.COM–Belasan warga Desa Mokel, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, kembali mendatangi Kantor Bupati Manggarai Timur, pada hari Senin (13/1/2020).

Bertempat di ruang rapat Bupati, mereka mengadu tentang dugaan pengelolaan Dana Desa di Desa Mokel tahun anggaran 2019, yang hingga saat ini belum ada realisasi terkait pengerjaan rabat beton di Kampung Lemo.

Dihadapan Wakil Bupati Manggarai Timur, Jaghur Stefanus, Kepala Dinas PMD, Yoseph Durahi dan perwakilan dari Dinas Inspektorat, warga menyampaikan keluhan terkait pembangunan Desa Mokel. Warga menyampaikan keluhan tentang anggaran Dana Desa Mokel untuk program pengerjaan rabat beton kampung Lemo sebesar 76.300.000 dengan panjanng 90 meter yang hingga kini belum terealisasi.

Pendropingan material pasir dan krikil oleh kontraktor, atas perintas kepala desa, tanpa ada sosialisasi ke masyarakat terlebih dahulu. Kami masyarakat menilai, material tersebut tidak berkualitas karena pasirnya berwarna-warni dan berasal dari tiga tempat galian yakni Mondo, Nceang dan Wae Muku,” tandas salah satu warga yang namanya enggan dimediakan.

Masyarakat, lanjut warga tersebut, sempat membuat agenda untuk penolakan material yang berasal dari Mondo dan Nceang. Namun tidak diindahkan oleh kepala desa Mokel Vinsentius Ran Riwu.”

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Matim, Jaghur Stefanus, dengan tegas mengatakan bahwa dirinya sangat merespon segala bentuk pengaduan yang datang.

Pihak Inspektorat dan DPMD saya minta turun meninjau proyek dan memeriksa kepala desa. Rabat beton inikan anggaran tahun 2019 kemudian dikerjakan tahun 2020. Jika ada temuan pasti akan ditindak lanjut. Bapak-bapak dimohon bersabar,” tegasnya.

Sementara itu, di depan media dan masyarakat, Kepala Dinas PMD Yoseph Durahi, juga menegaskan hal serupa.

Dalam waktu dekat kami akan turun ke lokasi. Kalau mereka salah mengelola dana desa, ya pasti di penjara, tetapi sepenjang itu mereka bisa mempertanggungjawabkan dana tersebut berarti tidak ada masalah,” jelasnya.

Dihubung terpisah, Kepala Desa Mokel, melalui bendahara Desa Mokel, Yulius Sariman, kepada Posflores.com mengatakan bahwa, masyarakat yang turun lapor itu masih terbawa dengan situasi politik di Desa Mokel.

Mereka masih terbawa dengan situasi politik pak. Kalau mereka mengadu terkait rabat beton di Kampung Lemo, yah, biar dibatal saja supaya uangnya bisa kembali ke kas desa,” pungkasnya.(*)

Facebook Comments