Banner-Top
Banner-Top

Bencana Tanah Retak, Pemda Matim Tinjau Lokasi

Bencana tanah retak di Kota Komba Utara. Foto/Yunt.
Bencana tanah retak di Kota Komba Utara. Foto/Yunt.

MANGGARAI TIMUR, POSFLORES.COMBencana (alam) tanah retak terjadi di Kampung Rembong, Desa Golo Meni, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur.

Bencana keretakan tanah ini semakin meluas membuat masyarakat mulai panik dan takut.

Tokoh Adat Kampung Rembong, Gabriel, mengatakan keretakan tanah tersebut terjadi sejak 20 tahun lalu. Menurut Gabriel, total bangunan rumah yang terdampak kejadian ini sebanyak 25 rumah.

“Sejak 20 tahun yang lalu tanah ini mulai retak. Kami sering membuat acara adat selama ini agar terhindar dari malapetaka. Dan puji Tuhan Tidak terjadi apa-apa pada kami hingga saat ini. Namun sebagai manusia kami tetap takut bila terjadi malapetaka. Karena pada tahun 2021 ini kondisi keretakan semakin meluas dan parah sehingga kami harus mengungsi,” tuturnya.

Tanah retak di Kota Komba Utara. Foto/Yunt.

Sementara itu, Viktor Tamat, masyarakat rembong lainnya mengaku jika saat ini ia bersama keluarganya mengungsi ke sawah guna menghindari peristiwa yang tidak diinginkan.

“Karena kondisi tanah seperti ini maka saya bersama keluarga terpaksa tidur di pondok sawah,” katanya.

Viktor berharap Pemda Matim segera bertindak cepat agar warga bisa keluar dari situasi yang menakutkan ini.

“Saya minta Pemda Matim melalui dinas terkait segera membantu kami yang terdampak bencana ini. Dan kebetulan hari ini Pihak DPBD Matim bersama Kepala PUPR hadir meninjau Kampung Kami, sehingga harapan ini bisa terpenuhi,” katanya.

Mikael Jaur, Plt Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Timur yang meninjau lokasi keretakan tanah tersebut mengatakan Pemda dan DPDR segera menyikapi kondisi tersebut.

“Hari ini kami hadir secara tim dan dibagi ke dalam dua kelompok. satu kelompoknya untuk meninjau lokasi untuk relokasi serta akses jalan masuknya dan satu kelompoknya juga sedang berada dilokasi yang berdampak bencana,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Manggarai Timur, Yosef Marto menjelaskan kehadiran pihaknya di lokasi bencana tersebut untuk meninjau langsung kondisi yang sedang terjadi.

“Saat ini masyarakat yang akan direlokasi ke lokasi yang baru tentu sangat membutuhkan infrastruktur, rumah baru, listrik dan bantuan jenis lainya. Makanya kami hadir guna mengecek lokasi tersebut,” jelas Marto.

Tanah retak di Kota Komba Utara. Foto/Yunt.

Pada kesempatan yang sama, Gonis Bajang, Anggota DPRD Matim dari Fraksi PDIP mengatakan kunjungan tersebut sudah menjadi komitmen lembaganya untuk selalu menjawab persoalan masyarakat.

“Kunjungan ini sudah menjadi komitmen kami. Saat ini masyarakat harus direlokasi dan diselamatkan supaya mereka bisa nyaman,” jelasnya.

Dia menegaskan kepada Pemerintah Daerah Manggarai Timur supaya melihat persoalan ini sebagai suatu masalah yang harus ada kebijakan Pemda bersama DPRD untuk mengalokasikan anggaran.

“Kami sudah bersepakat bersama Pemda Matim kalau nanti pada APBD Perubahan itu kami akan alokasikan manakala, persoalan ini tidak diambil alih oleh provinsi maupun pusat,” kata Gonis.

Hadir dalam kunjungan ini, Ketua DPRD Manggarai Timur ,Yeremias Dupa, anggota DPRD Fraksi Demokrat dan Nasdem Lucius Modo dan Tarsan Talus, Camat Kota Komba Utara, Nikolaus T. Saka. (Yunt)

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top