Ming. Feb 23rd, 2020

Mengawal Nusa Tenggara Timur

Biadab, Pria Berusia Lanjut Cabuli Bocah 6 Tahun di Manggarai Timur

2 min read

Korban bersama orangtuanya di Polsek Borong. Foto/Yon Sahaja.

Oleh: Yon Sahaja

 

BORONG, POSFLORES.COM–Kasus pencabulan anak di bawah umur  yang terjadi di Desa Gurung Liwut, oleh seorang  pria berusia lanjut (60-an tahun), saat ini ditangani oleh Kepolisian Sektor Borong, Manggarai Timur, setelah adanya laporan dari orangtua korban pada tanggal 8 November 2019 lalu.

Menurut keterangan ibu korban, polisi hingga saat ini belum menindak pelaku. Padahal laporannya sudah satu bulan lalu.

“Saya bersama suami datang mempertanyakan kelanjutan kasus tersebut. Tadi Polisi bilang sudah olah tkp dan sudah panggil pelaku untuk meminta keterangan. Saya menuntut keadilan,” kata ibu ASC, kepada posflores.com, Senin 16 Desember 2019.

Menurut ibu korban, pelaku yang telah mempunyai cucu itu, melakukan tindakan tidak senonoh kepada ASC (6) sekitar pukul 10:00 witta. Perbuatan biadab tersebut terjadi saat korban sedang mencuci piring di dapur bersama adiknya yang berumur 3 tahun. Saat itu ibu korban sedang berada di kebun, sedangkan ayah korban bekerja di Kalimantan.

“Saat itu anak saya (korban) bersama adiknya sedang cuci piring di dapur. Pelaku datang lalu panggil korban dan adiknya yang sedang cuci piring. Korban kemudian mengikuti pelaku menuju rumah kosong milik anak pelaku yang belum rampung pengerjaannya. Sampai di situ, pelaku mengajak korban masuk ke kamar kosong, sedangkan adik korban main di luar rumah,” jelas ibu korban.

“Kemudian pada malam hari sekitar pukul 21.00 witta, saat makan malam, anak saya menangis. Saya tanya dia mengapa menangis, tolong ceritakan kepada mama. Lalu anak saya menceritakan kejadian yang menimpanya tersebut. Anak saya menceritakan bahwa DL mengancam membunuh anak saya dan juga membunuh saya jika keinginanya tidak dipenuhi. Anak sayapun pasrah saat pelaku membuka pakaiannya, lalu memasukan jari tangan ke dalam kemaluan korban hingga berdarah,” lanjut ibu korban.

“Mendengar cerita itu, sayapun menangis dan menelepon suami saya di Kalimantan. Lalu suami saya meminta saya untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polisi. Pada esok harinya yaitu tanggal 8 November 2019, saya ke Kantor Polsek Borong untuk melaporkan kejadian tersebut. Polisi kemudian membawa anak saya ke Puskesmas Borong, untuk divisum, dan hasilnya ada luka robek bagian luar pada kemaluan anak saya ini. Dan pada hari ini (16/12) kami datang lagi ke sini (Polsek) bersama suami yang sudah datang dari Kalimantan untuk menanyakan kelanjutan kasus tersebut,” jelas ibu korban kepada Posflores.com di Polsek Borong, Manggarai Timur, Senin 16 Desember 2019.

Kapolsek Borong, AKP Ongkowijoyo Tri Atmojo, S.H, saat dimintai keterangannya mengatakan sedang menyelidiki kasus tersebut.

“Besok kita kasih keterangan yah, intinya kita lagi lidik kasusnya,” jelasnya.(*)

Facebook Comments