Banner-Top
Banner-Top

Bupati Mabar: Saya akan Panggil Pejabat yang Adu Fisik di Kantor Daerah

Aksi saling pukul kedua pejabat di Mabar. Foto/RE/team YPF.
Aksi saling pukul kedua pejabat di Mabar. Foto/RE/team YPF.

LABUAN BAJO, POSFLORES.COMKepala bagian humas Kabupaten Manggarai Barat, Florianus Rian Gampar dengan kepala bagian organisasi, Paulus Jeramun, saling adu otot di kantor daerah Kabupaten Manggarai Barat pada Rabu, 4 Maret 2020, saat jam kantor.

Menurut Florianus Rian Gampar (Kabag Humas), perkelahian itu disebabkan karena adanya gangguan konsistensi pekerjaan humas.

Saya ditunjuk jadi kepala bagian humas dan protokoler per 7 Januari 2020. Sejak itu semua pekerjaan kehumasan menjadi tanggungjawab saya. Kalau ada pihak luar yang masuk, tentu itu akan mengganggu soliditas tim yang telah saya bentuk,”  ungkapny Flori.

Namun dalam perjalanan waktu, ia merasa terganggu oleh Paulus Jeramun, yang juga mantan kabag humas, karena masih menggunakan akun FB Humas Mabar dan mengendalikan beberapa akun media sosial lainya.

Saya harus lakukan cara ini agar semunya jelas. Saya tidak suka ada yang ganggu pekerjaan tim saya. Tim ini sudah saya bentuk, tetapi saya melihat masih ada orang luar yang menggunakan akun kehumasan. Tentu menganggukan,”  kata dia.

Menurut Rian, masalah ini dipicu lantaran Paulus tidak bisa move on dari jabatan sebelumnya.

Sementara itu, Paulus Jeramun kepada posflores.com menjelaskan, sejak dirinya tidak menjabat sebagai Kabag Humas, ia langsung menambahkan Rian Gampar sebagai salah satu admin publikasi Facebook dan group whattsapp. Menurutnya, awal mula perkelahian sama sekali tidak direncanakan. Terjadi begitu saja saat ia melintasi depan Kantor Humas Manggarai Barat.

Saya jalan depan Kantor Humas, tiba-tiba ada teriakan dan perkelahian terjadi begitu saja,”  jelas Paulus.

Menurutnya, tindakan yang dilakukan oleh Rian merupakan tindakan yang terencana.

Sebelumnya dia membuat status WA dengan cuitan mencari dan akan menghajar saya. Ya..ketika berpapasan dengan saya, maka terjadilah keributan itu. Karena memang dia sudah merencakana itu,” terang Paulus.

Atas peristiwa tersebut, Paulus mengalami luka di bibir dan hidung, namun tidak mendorong dirinya untuk melaporkan hal tersebut ke meja hukum.

Kita hargai prosedur. Kita ini ASN yang ada pimpinan. Saya siap dipanggil oleh sekda maupun bupati untuk mengklarifikasi hal ini,” ungkap Paulus.

Namun dalam perisitiwa ini, Paulus menduga bahwa Rian juga adalah korban provokasi dari sesama oknum birokrasi yang tidak menyukai kinerja dirinya semasa di HumasPro.

Saya menduga, ada oknum sesama birokrasi yang provokasi Rian. Rian ini korban juga,'” tambahnya.

Menanggapi perkelahian yang menjadi trending topic, bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dulla saat dijumpai wartawan mengaku akan memanggil keduanya.

Saya akan panggil keduanya. Teguran pastilah. Tetapi tidak sampai pada pemecatan,” kata Bupati Gusti.

Menurut Bupati Gusti, peristiwa tersebut merupakan bentuk totalitas keseriusan membangun Manggarai Barat. Karena sumber masalahnya adalah pekerjaan.

Mereka berdua mau menunjukan kebisaan mereka karena peristiwa ini berawal dari pekerjaan. Hanya saja sedkit keliru dan itu wajar sebagai sifat manusia”, tutupnya. [RE]

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top