Bupati Manggarai: Kondisi di Mabar Patut Diwaspadai

Bupati Manggarai saat resmikan Posko Covid-19. Foto/Event.

RUTENG, POSFLORES.COMBupati Manggarai Drs. Deno Kamelus resmikan posko covid-19 di wilayah perbatasan Kabupaten Manggarai dengan Manggarai Barat, Kamis 14 Mei 2020, sekitar pukul 18.00 Wita.

Bupati Deno didampingi Sekda Manggarai, Fansi Jahang, TNI, Polri serta pimpinan dinas lainnya gelar ritus adat tesi menandai mulainya pembatasan pelaku perjalanan dari Manggarai Barat dan demikian pun sebaliknya.

Upacara peresmian posko covid-19 itu didahului ritus adat sebagaimana dalam tradisi Manggarai. Upacara itu dilaksanakan di Pateng, kecamatan Welak, tepatnya di wilayah perbatasan antara Kabupaten Manggarai dengan Manggarai Barat.

Hal ini diperketat di beberapa pintu masuk wilayah Kabupaten Manggarai dikarenakan melonjaknya pasien yang positif covid-19 di Kabupaten tetangga yakni Manggarai Barat, dengan total 12 orang positif covid-19.

Disebutkan, mulai tanggal 15 Mei 2020, setiap pelaku perjalanan yang datang dari Kabupaten Manggarai Barat maupun yang dari wilayah Kabupaten Manggarai ke Manggarai Barat, harus disertakan surat keterangan kesehatan dari Puskesmas dan surat hasil rapid test.

Di Manggarai Barat, kata Deno, awalnya cuma dua orang yang positif covid-19, namun dengan sangat cepat melonjak jadi 12 orang yang terpapar. Oleh karena itu menurut Deno, kondisi tersebut justru sangat menguatirkan. Kata Deno, kondisi tersebut harus diwaspadai.

“Berkaitan dengan Manggarai Barat, wilayah Lembor ini dekat dengan Wilayah Kabupaten Manggarai. Bukan cuma dekat secara budaya, tetapi juga dekat secara ekonomi dan fisik. Oleh karena itu, kondisi tersebut lebih menguatirkan kita, apalagi berkaitan dengan transmisi covid-19 ini dari wilayah terpapar,” sebut Deno.

Menurutnya akses masuk di wilayah Kabupaten Manggarai makin diperketat.

“Sebelumnya posko ini ditempatkan di Nte’er, tetapi karena eskalasi perkembangan covid-19 di Kabupaten tetangga terus melonjak, maka ini yang lebih mengkuatirkan kita di Kabupaten Manggarai, terutama penyebaran dari orang-orang yang datang dari Mabar,” kata Deno.

Ia mengatakan dirinya sudah berkonsultasi dengan Gubernur dan Uskup Ruteng, Bupati Matim dan Mabar serta forkompinda. Mulai tanggal 15 Mei 2020, pukul 00.00 Wita, pelaku perjalanan dari Mabar dan dari Manggarai ke Manggarai Barat dilock. Kecuali untuk angkutan sembako, yang berurusan dengan covid-19, keamanan dan pelayanan rohani secara terbatas. [Event Mardivanto]

Facebook Comments

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0