Calon TKI Ilegal Asal TTS Diamankan Pihak Satgas di Bandara Eltari Kupang

Foto kedua calon TKI, Martanti dan Yunita.Foto ist.

Oleh: Yon Sahaja.

 

KUPANG, POS FLORES.com–Petugas Satgas Tenaga Kerja Indonesia (Satgas Depnaker-TKI) Nusa Tenggara Timur mencekal 2 orang calon tenaga kerja (wanita) ilegal di Bandara Eltari Kupang pada Senin, 3 Juni 2019 pukul 10:20 witta.

Martanti Tefbana dan Yunita Lapenangga, demikian nama kedua calon tenaga kerja tersebut. Mereka dicekal karena tidak memiliki dokumen lengkap terkait ketenagakerjaan dari dinas terkait.

Kedua calon tenaga kerja tersebut hendak berangkat dengan pesawat Lion Air JT 0695 dengan tujuan Medan.

Martanti Tefbana, salah satu calon tenaga kerja ilegal yang dicekal mengaku mendapat tiket dari bos.

“Saya dan teman saya mendapat tiket dari bos lewat Melinda Tuan, dia (Melinda) pernah bekerja di Medan sebagai pembantu rumah tangga,” kata Martanti.

Kartu identitas kedua calon tenaga kerja asal TTS. Foto/ist.

Kedua calon TKI ini  berasal dari kabupaten yang sama yaitu kabupaten  Timor Tengah Selatan, keduanya  mengaku diantar langsung oleh Melinda Tuan yang merupakan bekas pembantu rumah tangga di Medan selama dua tahun.

“Kami diantar langsung oleh Melinda Tuan ke bandara, kami ingin pulang ke kampung lagi,” ujar Yunita rekan jalan Martanti.

Petugas Satgas yang mengamankan kedua calon TKI adalah  Satgas Depnaker nonprosedural Alexander Kabanani dan Felix Mau.

Sementara itu Ketua tim Satgas dari TNI AU, Volkes Nanis, SH.MH, mengatakan bahwa akan memberikan pemahaman kepada kedua calon TKI tersebut.

“Kedua calon TKI ini, akan keluar daerah untuk bekerja secara ilegal kemudian petugas mau memberikan pemahaman tentang tatacara bekerja secara legal dan menunda keberangkatan keduanya dan akan kita pulangkan ke kampung halaman mereka,” ungkap  Volkes Nani.

Menanggapi maraknya kasus calon TKI ilegal, Advokat dari LBH Surya NTT, Herri Batileo mengatakan bahwa masyarakat NTT perlu mendukung kinerja Satgas Depnaker NTT.

“Tentunya kita harus mendukung kinerja Satgas, supaya tidak terjadi lagi penyiksaan dan berakibat kematian bagi pekerja ilegal dan juga pasti akan sulit dalam penyidikan bagi penegak hukum. Serta tidak terjadi penipuan hasil kerja para TKI dan TKW dari para calo tenaga kerja yg tdk bertanggung jawab,” kata Herri.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.