Banner-Top
Banner-Top

Cross Way Ambruk dan Jalan Negara tanpa Drainase di Kota Komba

Cross Way di Desa Bamo ambruk. Foto/Ando.
Cross Way di Desa Bamo ambruk. Foto/Ando.

BORONG, POSFLORES.COMAkibat banjir bandang, Cross way  (jembatan penghubung) antara Kampung Muting 1 dan Muting 2, Desa Bamo, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur ambruk pada sisi kanan.

Menurut warga setempat, ambruknya cross way tersebut akibat hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah tersebut.

“Tadi hujan sangat lebat. Setelah itu banjir bandang datang menutupi semua permukaan Cross way. Hantaman banjir ini menyebabkan ambruknya seperempat bagian cross way. Insiden ini terjadi sekitar pukul18.00 Witta,” kata Sentis, warga setempat, Selasa, 5 Januari 2021.

Sentis berharap Pemda Matim segera menangani bencana tersebut agar tidak mengganggu arus lalulintas menuju ataupun keluar dari wilayah tersebut.

“Sudah pasti kendaraan roda empat agak susah melewati lokasi tersebut. Untuk itu saya berharap Pemda Matim segera memperbaiki kerusakan ini. Selain itu juga, semoga pengerjaan Cross way berikutnya lebih mengedepankan kualitas agar tidak terjadi seperti ini,” kata dia.

Menanggapi persoalan tersebut, Pemda Matim melalui Sekretaris Daerah, Boni Hasudungan Siregar mengatakan akan menghubungi Bidang Bina Marga agar segera ke lokasi.

“Secepatnya tim Bidang Bina Marga Dinas PUPR Matim akan turun ke lokasi,” kata Boni.

Sementara itu, di Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, air meluap hingga badan jalan. Meluapnya air ke badan jalan akibat tidak adanya drainase pada sisi kiri maupun kanan jalur lintas Flores tersebut.

Jalan negara tanpa drainase di Kota Komba. Foto/Ando.

 

Menurut Yance (warga setempat), untuk Kampung Watu Nggong, Sambi dan Leke, jika musim hujan tiba, jalur tersebut selalu digenangi air hingga masuk ke rumah-rumah warga.

“Air meluap di badan jalan hingga mengalir sampai ke rumah-rumah warga sekitar. Ini penyebabnya karena tidak ada drainase,” katanya.

Yance mengaku sering terjadi kecelakaan di area tersebut. Hal itu disebabkan sisa-sisa lumpur yang menempel di badan jalan setelah hujan reda.

“Setelah genangan air hilang, banyak sekali lumpur dan tumpukan sampah di badan jalan. Kerap kali terjadi kecelakaan ringan karena jalan menjadi licin,” paparnya.

Yance berharap pemerintah bisa memikirkan kondisi tersebut dengan membangun drainase.

“Air yang meluap ke badan jalan sangat mengganggu akses transportasi. Saya berharap pemerintah melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional bisa memperhatikan kondisi ini dengan membangun drainase,” tutupnya. (Ando)

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top