Banner-Top
Banner-Top

Demi ANBK, Rumah Warga di Matim Disulap jadi Ruang Kelas

Demi UNBK, rumah warga disulap jadi ruang kelas. Foto/Yunt.
Demi UNBK, rumah warga disulap jadi ruang kelas. Foto/Yunt.

MANGGARAI TIMUR — Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di daerah pedalaman memiliki tantangan tersendiri. Selain karena ketiadaan jaringan internet juga tidak adanya jaringan listrik untuk mendukung ANBK.

Seperti yang dialami lembaga pendidikan Sekolah Dasar Inpres Rokat di Desa Golo Ndele  Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.

Pihak sekolah terpaksa menumpang di rumah warga yang telah dialiri listrik PLN guna mengikuti ANBK. Hal itu dilakukan karena di sekolah tersebut dan sekitarnya belum tersambung listrik.

Kondisi tersebut diakui Kepala Sekolah SDI Rokat-Parang, Vinsensius Jematu. Menurut Vinsensius, pihak sekolah harus meminjam rumah warga di Dusun Parang demi melaksanakan ANBK.

“Kami harus ke Kampung Parang demi menyukseskan ANBK. Karena ujian saat ini berbasis online dan menggunakan komputer, maka ujiannya harus laksanakan di wilayah yang sudah teraliri listrik,” kata Vinsensius, Selasa (26/10).

Ia juga berharap kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Matim untuk memperhatikan beberapa wilayah di Golo Ndele yang sampai saat ini belum tersentuh dengan listrik.

“Harapannya, pemerintah membuka mata untuk melihat keadaan dan kondisi yang terjadi di Golo Ndele karena saat ini, tiga fasilitas umum seperti Puskesdes, Sekolah dan Gereja belum teraliri listrik,” harapnya.

Sementara itu Karianus Ly, penanggung jawab PLN Ranting Borong mengatakan, untuk rencana perkembangan ataupun perluasan lisdes (listrik pedesaan) biasanya ditangani Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K).

“Untuk perluasan tambahan dari konstruksi yang sudah terpasang akan di survey sesuai arahan dan perintah dari Unit Layanan Pelanggan (ULP) Ruteng,” katanya singkat. (Yunt)

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top