Di Manggarai Timur, ada Pengusaha Terdata sebagai Penerima BLT, ini Penjelasan Pihak Desa

Warga saat mendatangi Kantor Desa Watu Mori. Foto/Ando.

BORONG, POSFLORES.COMSekelompok warga Desa Watu Mori, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, mendatangi Kantor Desa setempat untuk mempersoalkan pendataan dan pembagian BLT yang diduga tidak tepat sasaran.

Afen, salah seorang warga Desa Watu Mori, kepada Posflores.com, Selasa, 20 Mei 2020 mengungkapkan bahwa ada seorang istri pengusaha (Tionghoa) yang ekonomi menengah ke atas terdaftar sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT).

“Ada seorang istri baba, yang tergolong masyarakat dengan ekonomi menengah ke atas juga terdaftar sebagai penerima BLT. Sedangkan masyarakat miskin tidak terdata,” ungkapnya.

Hal senada juga dikeluhkan oleh Isdorus, ia menjelaskan ada beberapa masyarakat miskin yang rumahnya sederhana tidak terdata sebagai penerima bantuan.

“Masih banyak masyarakat yang miskin yang nota bene rumahnya sederhana, terbuat dari gedek dan lantai tanah tidak terdaftar sebagai penerima BLT,” jelas Isidorus.

Sementara itu, Theresia Sarinda, Plt. Desa Watu Mori menjelaskan bahwa, untuk pendataan peneria bantuan, sepenuhnya mereka serahkan ke Ketua RT.

“Untuk pendataan, sepenuhnya kami serahkan ke ketua RT. Dan berkaitan dengan keluhan masyarakat terhadap istri seorang pengusaha di Rt 05 yang mendapat BLT, nanti pada hari Jumat mendatang kami akan musyawarah lagi untuk memutuskan apakah uang yang ia terima akan ditarik kembali atau tidak,” jelasnya.

Posflores.com kemudian meminta tanggapan ketua RT 05 terkait hal tersebut yang kemudian dibenarkannya bahwa, ia bersama relawan yang melakukan pendataan tersebut.

“Benar saya yang melakukan pendataan, dan sesuai pertemuan di tingkat desa, kami diminta untuk mendata ibu-ibu non PKH dan PNS,” tegasnya.

Dia kemudian membeberkan hal berbeda terkait dengan kondisi ekonomi dari istri seorang pengusaha yang dipersoalkan masyarakat tersebut.

“Untuk keadaan ekonomi istri baba tadi, sebetulnya mereka seperti masyarakat biasa. Mereka tidak memiliki usaha seperti Toko, warung dan usaha lainnya. Paling mereka hanya punya mobil pik up yang sudah usang,” ujarnya. [Marselino Ando]

Facebook Comments

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0