Banner-Top
Banner-Top

Di Manggarai Timur, Balita Umur Tiga Tahun Diduga Dianiaya Kepala Sekolah

PL menderita luka pada mulut diduga akibat dianiaya oknum Kepsek. Foto/TP.
PL menderita luka pada mulut diduga akibat dianiaya oknum Kepsek. Foto/TP.

BORONG, POSFLORES.COMOknum Kepala Sekolah di SDN Bantuk, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, diduga aniaya balita umur tiga tahun (PL) hingga mulut berdarah.

Oknum berinisial DM ini menghajar korban (PL) menggunakan meja. Hal ini diungkapkan orangtua korban kepada posflos.com, Selasa 3 Februari 2020.

Dia pukul anak saya pakai meja. Awalnya saya dengan dia (DM) adu mulut hingga kontak fisik dalam ruangan. Kemudian saya menghindar ke luar dan anak saya masih dalam ruangan. Karena tidak dapat saya maka dia pukul anak saya pakai meja hingga mulut anak saya berdarah,” ungkap HL, orangtua korban.

Menurut HL, awalnya terjadi kesalapahaman antara dirinya sebagai operator Sekolah dengan DM sebagai Kepala Sekolah.

Awalnya masalah sepele saja terkait tugas dan tanggungjawab di Sekolah. Tapi dia tega pukul anak saya dengan meja hingga bibir dan gusi anak saya luka. Setelah kejadian itu, saya bersama istri langsung bawa anak saya ke Puskesmas Borong. Setelah itu saya mengadu ke Polsek Borong,” jelas HL.

Kata HL, setelah mendapat pengaduan, Polisi kemudian lakukan pemanggilan terhadap DM dan selanjutnya terjadi proses mediasi.

Setelah DM datang, dan meminta keterangnya, maka dilakukan mediasi oleh Polisi. Setelah itu, Polisi meminta pelaku untuk bayar pengobatan anak saya hingga sembuh dan pelaku menyanggupinya. Akan tetapi, saat saat ini saya masih tidak puas dan berencana cabut berkas mediasi dan lanjut ke proses hukum. Karena ini menyangkut psikologis anak saya,” aku HL.

Menurut HL, dia dan istrinya mengabdi di Sekolah tersebut. Saat ke Sekolah selalu bawa serta dengan anaknya yang berumur tiga tahun tersebut.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN Bantuk, DM, saat dimintai tanggapannya terkait peristiwa ini mengatakan bahwa persolan tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan di Kantor Polisi.

Kalau terkait persoalan tersebut pak, kita sudah selesaikan secara kekeluargaan di Kantor Polisi, dan sudah disepakati bersama,” kata dia.

Sementara itu, Kapolsek Borong, AKP Ongkowijono Tri Atmojo, mengatakan bahwa kasus tersebut ditangani Kanit Reskrim.

Kasus tersebut ditangani Kanit Reskrim Polsek Borong, dan laporan tertulisnya sedang dibuat,” kata Tri, 3 Februarari 2020. [YS]

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top