Banner-Top
Banner-Top

Di Manggarai Timur, Jumlah ODP 24 Orang, Hasil Rapid Test Negatif Covid-19

Ilustrasi, Swab Foto: Gety Images.
Ilustrasi, Swab Foto: Gety Images.

BORONG, POSFLORES.COMJumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 di Manggarai Timur saat ini yaitu 24 orang. Sembilan belas (19) ODP diisolasi di Shelter (Penampungan) di RSUD Borong. Sedangkan lima (5) ODP telah dipulangkan ke rumah masing-masing, namun berada dalam pengawasan ketat tenaga medis.

Pemda Manggarai Timur mengambil langkah mengkarantinakan ODP (Orang Dalam Pemantauan) sejak tanggal 9 April 2020 lalu. Langkah ini diambil setelah berjalan sekitar 3 Minggu Pemda mengevaluasi.

Hasil evaluasi, sebagian besar ODP tidak menjalankan isolasi mandiri sesuai ketentuan. Hal ini mungkin karena terbatasnya tempat tinggal di rumah ataupun karena belum semua ODP memahami isolasi mandiri yang semestinya dilakukan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Timur, Boni Hasudungan Siregar, kepada posflores.com mengatakan bahwa, ada ODP yang tidak mengikuti aturan yang sudah ditentukan.

“Tidak disiplin jalankan isolasi mandiri di rumah. Selain itu pada beberapa tempat ada keresahan masyarakat di sekitar ODP tinggal. Saat ini, ODP dikarantina di Shelter (tempat penampungan) yang sudah disiapkan pemerintah yaitu diRSUD Borong. Di tempat ini telah disiapkan 40 unit tempat tidur dengan fasilitas yang memadai,” kata Sekda Boni, Kamis, 16 April 2020.

Menurut Boni, selama ODP dikarantina akan dilayani Tim Medis yang ditugaskan secara khusus. Selain itu, untuk keamanan, Tim Medis telah dilengkapi dengan APD yang memadai.

“Agar semuanya bisa berjalan dengan baik telah dibuat Pedoman Pelayanan Karantina Fasilitas Khusus (Shelter/Penampungan) Untuk ODP di Kabupaten Manggarai Timur. Pedoman tersebut isinya menyangkut kualifikasi SDM yang melayani, pengaturan dinas atau jaga, standar fasilitas (Sarana dan Prasarana). Dan juga tata laksana umum pelayanan Shelter karantina, tata laksana pencegahan dan pengendalian infeksi, tata laksana pengelolaan limbah, serta pencatatan dan pelaporan,” jelas Boni.

Selain itu, menurut Sekda Boni, dibuatkan juga protokol rujukan ODP ke Shelter (Penampungan) gedung RSUD Borong. Agar sejak ODP dijemput dari rumahnya hingga tiba di Shelter baik ODP maupun petugas penjemput dalam keadaan aman.

Selain memfasilitasi trasnportasi ODP dari tempat tinggalnya ke shelter, Pemda Matim juga menanggung seluruh biaya makan dan minum dan juga perlengkapan mandi bagi ODP. Setelah melewati masa karantina mereka akan diantar kembali kerumahnya masing masing.

Informasi yang dihimpun posflores.com, ODP yang berjumlah 24 orang tersebut, dari hasil pemeriksaan rapid test semuanya NEGATIF.

Sejauh ini, Pemda dan aparat desa di Matim, bahu-membahu mencegah penyebaran covid 19. Sesuai protokol, ODP harus dilakukan karantina selama 14 hri.

Seperti diketahui, defenisi operasional ODP adalah pelaku perjalanan yang baru pulang dari daerah transmisi, yang menunjukan gejala demam, batuk-pilek, nyeri tenggorokan. [YS]

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top