Banner-Top
Banner-Top

Di Manggarai Timur, Pengecer Beras Mengeluh

Penghasilan para pedagang mulai membaik. Foto/Ando.
Penghasilan para pedagang mulai membaik. Foto/Ando.

BORONG, POSFLORES.COMPasca pemerintah menerapkan kebijakan social distancing (pembatasan sosial) akibat mewabahnya Cobid-19, harga beras dan kebutuhan pokok lainnya mengalami kenaikan yang signifikan.

Seperti halnya yang terjadi di Pasar Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Hampir semua pedagang di pasar ini mengeluh, akibat harga beli dari distributor mengalami kenaikan.

Yanto, salah seorang penjual beras mengaku, beras yang didatangkan dari luar Manggarai Timur yakni dari Lembor, Manggarai Barat, mengalami kenaikan yang signifikan

“Saya jual beras yang dipasok dari Lembor. Dulu 50 kg biasanya dibeli dengan harga Rp. 515.000. Kalau sekarang sudah naik menjadi Rp. 550.000. Kenaikan harga itu terjadi sejak bulan Maret kemarin,” ungkap Yanto, saat ditemui poflores.com, Jumat (7/5/2020) di Pasar Borong.

Dikatakan Yanto, kenaikan harga beras tersebut sangat berdampak pada pendapatannya yang semakin merosot.

“Dulu dalam satu hari pemasukan saya mencapai Rp. 2.000.000. Kalau sekarang hanya Rp. 500.000 saja dan bahkan kadang-kadang tidak terjual sama sekali,” kata Yanto.

Bukan hanya Yanto, hal serupa juga dialami Elsa, salah seorang penjual sembako. Kepada posflores.com, dirinya membeberkan harga bawang merah dan bawang putih yang biasa Ia beli dari Reo, Kabupaten Manggarai, juga mengalami kenaikan.

“Dulu bawang merah kita beli dari distributor, berkisar antara Rp.10.000 per kilo gram. Kalau sekarang sudah naik menjadi Rp. 33.000 per kilo gram. Sedangkan bawang putih, biasanya dibeli dengan Rp. 500.000 per 50 kilo gram. Saat ini harganya naik menjadi Rp.1.000.000 per 50 kilo gram. Kenaikan harga itu sangat berpengaruh pada pemasukan saya yang semakin berkurang, karena pembeli enggan untuk membeli,” beber Elsa.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindagkop, Kabupaten Manggarai Timur, Fransiskus P. Sinta menjelaskan bahwa, harga sembako masih normal kecuali gula pasir dan minyak goreng karena itu didatangkan dari jawa.

“Terkait harga sembako masih normal. Kecuali gula pasir dan minyak goreng karena itu pasokan dari Pulau Jawa. Dikarenakan banyaknya karyawan yang berhenti bekerja akibat Covid-19. Hal tersebut berdampak pada produksi atau stok, sehingga harga menjadi naik,” jelasnya Frasnsiskus.

Menurut Frans, pihaknya telah berkoordinasi dengan bagian ekonomi untuk lakukan koordinasi dengan pihak Bulog, agar melakukan operasi pasar murah. Namun, menurutnya, hingga saat ini hal itu belum bisa dilakukan.

“Kita telah koordinasi dengan bagian ekonomi untuk koordinasi dengan bulog, agar lakukan operasi pasar murah. Namun terkendala aturan jaga jarak dan menghindari kerumunan. Dan juga saat ini, pihak bulog sedang kendala stok pangan,” ujar Frans.

Selain itu, dirinya juga menghimbau agar para pedagang dan pembeli selalu mengikuti himbauan pemerintah, supaya bisa bersama-sama memutuskan rantai penyebaran Covid-19.

“Para pedagang dan pembeli wajib gunakan masker dan juga selalu jaga jarak. Dan diharapkan agar pedagang menyiapkan air cuci tangan dan sabun. Ikuti himabaun pemerintah agar wabah ini cepat berlalu,” tutup Frans. [Marselino Ando]

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top