Sen. Des 9th, 2019

Lugas, Berani, Independen

Di Nangarawa, Pacuan Kuda Dan Stadion Akan Dibangun Pemda Matim

3 min read

Nangarawa, lokasi yang menjadi pilihan Pemda Matim untuk bangun Stadion. Foto/Nardi Jaya.

Oleh: Nardi Jaya

 

BORONG, POSFLORES.com–Hari Selasa 28 Agustus 2019, terasa sang fajar datang lebih awal dari jadwal. Tepat pukul 8:30 sinar emasnya telah menyelinap cepat dan tepat melewati bukit-bukit demi memulai hari baru bagi penghuni bumi. Bumi, tempat makhluk hidup marajut asa sebelum yang kuasa memanggil pulang.

Nangarawa, salah satu nama  Kampung kecil yang ada di Bumi, terletak di Desa Bamo, Kecamatan Kota Komba Kabupaten Manggarai Timur. Pemandangan eksotis yang tiada duannya. Sungguh menyejukan mata bagi yang memandangnya. Ibarat perawan bermahkota bali belo bersanggul konde bergaun songke.

Penghuni kampung ini bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan. Terlihat ema-ema(Bapak-bapak) hilir mudik dengan sarung parang melingkar di pinggang. Mereka menuju kebun pisang yang terletak di pinggir jalan kampung itu. Pisang menjadi primadona tersendiri bagi kampung ini, karena kampung ini adalah surganya pisang untuk Manggarai Timur. Pisang dari kampung ini dikirim ke luar ke Jawa dan Bali.

Berbeda dengan para petani ladang. Di tepi pantai Nangarawa, tampak ibu-ibu nelayan tengah sibuk merapikan pukat dan jala. Sementara yang lainnya hendak menjual ikan hasil tangkapan  semalaman.

 

Nangarawa, Surga yang Terisolir

Jurnalis Posflores.com tiba di Nangarawa tepat pukul 08:30 witta setengah jam sebelum rombongan Bupati Manggarai Timur datang untuk meninjau lokasi tanah milik Desa Bamo yang akan  diserahkan ke Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur.

Jika mengunjungi tempat ini, kita dimanjakan dengan pemandangan alam yang sangat indah. Hamparan padang pasir dihiasi rerumputan hijau begitu luas sejauh mata memandang. Puluhan ekor hewan ternak (sapi dan kambing) terlihat girang di tengah padang menikmati makanan segar tanpa ikatan tali melingkar di leher seperti ternak kebanyakan. Bebas namun terkendali.

 

Kampung penghasil pisang dan ternak

Kepala Desa Bamo Vinsensius Bela dalam sambutannya di depan rombongan Bupati dan masyarakat mengatakan bahwa mata pencarian waga kampung Nangarawa itu bervariasi.

“Mata pencarian masyarakat di sini bervariasi; ada nelayan, Petani Pisang dan peternak yang didominasi ternak sapi dan kambing. Hasil pisang dan ternak di sini biasanya dikirim ke pulau Jawa dan Bali,” ucap Vinsen.

Untuk akses penunjang seperti jalan penghubung, Listrik (PLN), Jaringan telepon dan fasilitas lainnya belum terlihat di Kampung ini. Seorang tokoh muda kampung Nangarawa bernama Usnan, ketika ditanya wartawan  membenarkan hal tersebut.

“Walau hasil bumi kami melimpah, tapi kami masih tertinggal dalam hal pembangunan. Contohnya listrik, jaringan telepon seluler dan jalan. Mungkin itu kebutuhan pokok kami saat ini,” ucapnya dengan nada serius.

 

Pemda Matim Berencana Bangun Stadion

Kabar gembira untuk masyarakat desa Bamo khususnya kampung Nangarawa terdengar ucapan asa dari mulut orang nomor satu di Manggarai Timur yaitu Andreas Agas SH, M.Hum, selaku bupati. Ketika dengan sah diserahkannya tanah seluas 10 ha dari Pemerintah Desa ke Pemerintah Daerah, di depan masyarakat Agas berjanji akan membangun Stadion Olahraga bahkan rencananya Dinas Pemuda dan Olahragapun nantinya akan pindah disana.

“Saya tertarik untuk bangun Stadion ditempat ini. Nangarawa sudah terkenal di luar sana karena banyak anak muda yang berbakat seperti Oliva Sadi. Beberapa Waktu yang lalu, Saya bertemu beliau dan Saya menyuruh dia pulang Kampung karena saya berniat membuka Stadion disini,” ujar Andreas.

“Jalan penghubung akan di bangun dari Borong-Nangarawa tembus Waelengga dan jalan penghubung Nangarawa-Golo Roka-Waru-Mbero-Bamo-Paundoa-Munde dikabarkan nanti akan dikerjakan. Kalau jalan penghubung sudah dikerjakan, kita juga berencana akan bangun arena Pacuan Kuda dari sini(Nangarawa) sampai Tanjung Bendera,” kata Agas.

 

Masyarakat Antusias atas janji Agas

Terasa seperti angin segar, menyentil setiap hati para hadirin yang datang dalam agenda bersejarah tersebut. Sorakan dan tepuk tangan mewarnai suasana riang pada saat itu. Merekapun berharap semua omongan Agas semoga tidak hanya janji belaka.

“Kami berharap Semoga tidak hanya janji. Secapatnya direalisasi,”  ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Tepat pukul 14:20 wita, rombongan Bupati akhirnya pulang menuju Kota Borong setelah mengikuti acara kepok Po’e oleh Tokoh adat setempat.(*)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.