Di Ngada Tak Ada Penderita Gangguan Jiwa?

ODGJ, terpasung dalam penderitaan antara fisik dan jiwa. Foto/Pater Avent.

Penulis:  Pater Avent Saur, SVD

 

MAUMERE, POSFLORES.COM–Kota Ende tidak seperti Bajawa, Ibukota Kabupaten Ngada, Pulau Flores. Di Ende ada banyak penderita gangguan jiwa, Kota Bajawa tidak!

Begitu kata beberapa teman ketika saya mengeposkan beberapa gambar penderita gangguan jiwa warga Ende di media sosial, tahun 2016 lalu.

Saya bilang, bukan tidak ada, melainkan kawan-kawan tidak tahu. Mungkin bisa, kawan-kawan coba cari tahu.

***

Awal Juli 2016 itu, saya ke Bajawa, salah satu kota dingin di pulau Flores. Hari berikutnya, bersama dua kru KKI Ngada, saya coba menyusuri jalan-jalan dan lorong-lorong kota itu hingga wilayah Ngoranale. Seharian, kami mendatakan 22 penderita.

Ada yang terpasung, menggelandang di jalanan, berdiam saja di rumah, seorang lagi lumpuh lantaran dihajar warga di pasar. Semuanya belum tersentuh layanan medis.

Usai itu, kabar tentang penderita gangguan jiwa di Ngada bertambah dari hari ke hari hingga berjumlah ratusan orang kini.

Selama ini, kota coba konsentrasi di Kota Bajawa, Mataloko, Soa, Riung, Laja, Langa, Bena, dan Aimere. Kepada mereka, kita rutin kirimkan obat.

***

Dan barusan, saya mendapat kabar baru sebagaimana terlihat dalam gambar pengeposan ini.

Sudah beberapa tahun, pemuda Ngada, Kecamatan Riung Barat, ini terpasung: dua kaki sekaligus dua tangan. Semuanya pakai kayu.

Mengerikan, bukan? Dan entah hingga kapan.

Semampunya, kita coba bantu sebelum Dinkes Ngada dan Puskesmas-puskesmas di sana menyediakan obat buat rakyat penderita gangguan jiwa.

Berharap, beliau akan terbantu. Berharap, keluarganya akan bersemangat untuk memulai langkah baru buat kesehatan jiwa pemuda ini setelah lama berkutat dengan dukun dan pendoa yang memyembulkan janji muluk kesembuhan.(*)

Salam sehat jiwa.
_____
Avent Saur
Maumere, 20-12-2019
_____
#KKI
#KelompokKasihInsanis
#PeduliOrangdenganGangguanJiwa
#ProvinsiNTT

Facebook Comments