Banner-Top
Banner-Top

Diduga, HSI akhiri Hidupnya dengan Minum Pestisida

Korban HSI. Foto/ist.
Korban HSI. Foto/ist.

BORONG, POSFLORES.COMWarga Kampung Pau, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur dihebohkan dengan meninggalnya seorang ibu rumah tangga berinisial HSI pada hari senin (20/04/2020).

HSI yang kini sedang dalam keadaan hamil dengan usia kehamilan 4 bulan 18 hari itu di duga kuat meninggal karena melakukan aksi bunuh diri dengan mengonsumsi obat jenis Diton yang saat itu ditemukan di depan muka korban.

Kasus dugaan bunuh diri yang menimpa ibu hamil itu terjadi di rumah LS (50). Informasi yang dihimpun posflores.com dari seorang sumber menjelaska  kronologis kejadian tersebut.

“Pada pukul 13.00 witta korban bersama calon suaminya NE (24) pergi bertamu ke rumah AS. AS mengajak mereka (korban dan calon suaminya) makan siang bersama, namun calon suami korban saja yang makan sedangkan korban tidak mau makan. Kemudian sekitar pukul 14.30 witta, korban bersama calon suaminya pulang ke rumah orang tua korban. Setibanya dirumah, orangtua korban saat itu sedang bertamu dirumah ke rumah tetangga. Sekitar pukul. 16.00 wita suami korban pulang kampungnya di Benteng Jawa, dan saat calon suaminya pergi dari rumah, korban sendirian di dalam rumah,” jelas sumber tersebut.

Sekitar pukul 16:15 witta, saksi FPM (9), mendengar ada suara tangisan dari dalam rumah. FPM kemudian langsung masuk ke dalam rumah dan saat itu ia melihat korban sedang menangis sambil telungkup di depan pintu kamar.

“Melihat kejadian tersebut FPM langsung pergi memanggil kaka kandung korban, PU (20) yang saat itu sedang mengerjakan bangunan Wc miliknya dibelakang rumah. Mendengar kabar tersebut PU langsung menuju rumah orangtuanya dan melihat korban sedang telungkup di depan pintu kamar. PU langsung menggendong saudarinya tersebut lalu dibaringkan di atas tempat tidur. Namun ternyata saat itu korban sudah tidak bernyawa lagi,” kisah sumber tersebut.

Menurut dr. Mario F. Tukan yang melakukan pemeriksaan terhadap korban, hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban meninggal dengan usia kehamilan 4 bulan 18 hari.

Pihak dokter belum bisa memberikan penjelasan atas meninggalnya korban apakah akibat dari keracunan atau hal lain. Untuk mengetahui hal tersebut perlu ambil darah serta memeriksa lambung korban untuk di periksa di laboratorium di Bali (harus dilakukan autopsi).

“Bahwa pada umumnya kalau orang yang meninggal normal itu pupil matanya membesar sementara dari hasil pemeriksaan kita, korban meninggal dengan pupul mata mengecil,” kata dr. Mario.

Atas hasil pemeriksaan tersebut, orangtua korban bersama keluarga menolak untuk melakukan autopsi terhadap korban. Keluarga menerima kematian korban sebagai musibah. Korban pun akan dimakamkan di rumah calon suaminya, di Benteng Jawa. Pihak Kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara. [Event Mardivanto]

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top