Diduga Seorang Oknum Pemain Ludo King, Ancam Wartawan Di Matim

Yopye Moon, saat mengadu ke Polsek Borong. Foto/Yon Sahaja

Oleh: Yon Sahaja

 

BORONG, POSFLORES.COM–Jurnalis media online Floreseditorial.com, Yopye Moon, mengadu ke Polsek Borong atas peristiwa pengancaman terhadap dirinya, oleh seorang oknum yang diduga staf pada dinas PUPR Manggarai Timur.

Diduga, aksi pengancaman tersebut merupakan buntut dari pemberitaan yang dirilis Floreseditorial.com pada edisi 8 Desember 2019 lalu. Pasalnya, berita tersebut merilis tentang aksi beberapa staf yang diduga bekerja pada dinas PUPR Matim, sedang asyik bermain game (Ludo King), di sebuah Kantin pada saat jam kerja.

Efek dari peristiwa pengancaman tersebut, Yopye Moon, mengaku tidak nyaman dan merasa dirinya dalam bahaya yang pada akhirnya mengadukan peristiwa tersebut ke Polisi.

Saya sangat merasa tidak nyaman karena hal ini. Anak istri saya juga tidak nyaman dan terganggu secara psikis. Karena itu saya mengadu ke Polisi agar dapat menindak oknum pengancam tersebut,” jelas Yopye kepada Posflores.com (11/12).

Terkait aksi pengancaman tersebut, Yopye pun menceritakan kronolgis peristiwa yang mengancam keselamatan dirinya.

Tadi sore saya sedang berada di halaman Kos dengan anak saya bersama teman Kos dua orang. Lalu seorang lelaki berbadan gempal dengan mimik muka penuh marah datang dengan sepdeda motor menanyakan nama penghuni Kos yang bernama Yopye Moon. Lalu saya jawab dia, yang namanya Yopye Moon itu adalah saya kaka. Mendengar jawaban saya, orang tersebut katain saya dengan kalimat-kalimat kasar dan hendak memukul saya dengan helm. Saya bertanya ada apa kaka sampai marah-marah. Lalu oknum tersebut tunjuk saya dengan berkata “kau yang buat berita tentang saya dan teman saya kan?” yang kau foto itu adalah saya,” jelas Yopye menirukan ucapan oknum tersebut.

Yopye mengaku, bahwa oknum tersebut juga menyumpahi anak dan istrinya kelak akan mendapatkan kesusahan.

Dia sumpahi anak istri saya kelak akan mengalami kesusahan. Saya rilis berita itu tanpa menyebutkan nama dan juga tidak menyertakan foto bagian wajah mereka. Hanya punggung mereka saja yang saya foto dan kirim ke redaksi. Saya heran, kok dia datang langsung marah-marah dan hampir memukul saya menggunakan helm yang dia pakai. Terus terang saya tidak terima ulah oknum tersebut dan meminta Polisi untuk menindak yang bersangkutan,”ucap Yopye, saat ditemui di Polsek Borong.

Sementara itu, Kapolsek Borong, AKP Ongkowijoya Atmojo, S.H, saat dimintai keterangannya mengatakan akan mengumpulkan data pendukung terkait hal tersebut.

Kita kumpul data dulu yah, kalau sudah lengkap baru kita ambil tindakan,” jelasnya.

Sementara itu Kepala dinas PUPR Kabupaten Manggarai Timur, Yoseph Marto, belum dimintai tanggapan atas peristiwa yang melibatkan stafnya tersebut.(*)

Facebook Comments