Banner-Top
Banner-Top

Diduga Stres, Bernadus Lompat Jurang di Satar Lahing

Aparat kepolisan dan sejumlah warga tengah mengevakuasi korban. Foto: Ist
Aparat kepolisan dan sejumlah warga tengah mengevakuasi korban. Foto: Ist

BORONG, POSFLORES.COMDiduga stres lantaran kondisi istri yang sedang sakit berat, Bernadus Kuat (60) memilih mengakhiri hidupnya dengan melompat ke jurang di Persawahan Wor, Desa Satar Lahing, Kecamatan Ranamese, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Jumat (28/8/2020).

Kasat Reskrim Polres Matim, Iptu Deddy S. Karimoy, SH.,MH, menerangkan korban pertama kali ditemukan oleh Kanis Jebarus (30), yang saat itu tengah memindahkan ternak sapi di area persawahan Arjuna, Desa Watu Mori, Kecamatan Rana Mese.

“Saksi melihat di bukit sebelah Kali Wae Musur tepatnya di tebing ( Ngampang Peke Acu ) korban sedang berdiri namun tidak berselang lama saksi melihat korban melompat dari tepi jurang,” ujar Kasat Deddy kepada Posflores.com, Jumat (28/08/2020)           

Dikatakannya, usai melihat kejadian tersebut, Kanis kembali ke rumahnya. Ia menceritakan kejadian itu kepada Mathias Marut. Setelah mendengar informasi itu, Mathias langsung mendatangi rumah anggota lantas Polres Manggarai Timur, Brigpol Krispinus Geong untuk menceritakan kejadian tersebut.

“Setelah mendengar Informasi itu Brigpol Krispinus menghubungi anggota piket Polres Manggarai Timur, Paulus Radung yang kebetulan tinggal di Desa Satar Lahing. Paulus kemudian langsung menemui Kades Satar Lahing Patrisius Ino Jalus dan menceritakan tentang informasi yang diterimanya tersebut,” ujarnya.  

Sekitar pukul 07.30 Wita tambah Kasat Deddy, Kades Patrisius bersama sejumlah warga mendatangi lokasi untuk memastikan kebenaran informasi. “Pada pukul 08.30 Wita korban ditemukan oleh Kepala Desa Satar Lahing bersama sejumlah warga,” katanya.

“Pukul 11.30 Wita anggota piket Polres Manggarai Timur di bawah Pimpinan KaSPKT 1 Polres Manggarai Timur Aipda Rolando Lekatompessy tiba di TKP. Aparat kepolisian bersama Kades Satar Lahing dan sejumlah warga langsung mengevakuasi korban. Atas permintaan keluarga korban, korban Langsung di bawa ke rumah korban di Kampung Padang, Desa Satar Lahing, Kecamatan Rana Mese untuk disemayamkan,” tambahnya.

Kasat Deddy menjelaskan, diduga korban bunuh diri akibat stres. Sebab istri korban dalam keadaan sakit (koma). Dua hari sebelum korban bunuh diri, korban telah memesan batu bata dan pasir pada sopir dum truck yang sering melintas di depan rumahnya.

“Pihak keluarga korban iklas menerima kematian korban sebagai musibah dan tidak bersedia untuk dilakukan Visum Et Repertum maupun di otopsi. Penolakan itu dibuktikan dengan menandatangani surat pernyataan,” imbuhnya. (Ando)

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top