Banner-Top
Banner-Top

Diduga Tilep Dana PIP, Orang tua Murid Minta Copot Kepsek Lengkong Paje

Orang tua murid mendatangi dinas PKO Mabar
Orang tua murid mendatangi dinas PKO Mabar

Labaun Bajo, Posflores.comDiduga tilep dana Program Indonesia Pintar (PIP) orang tua murid Sekolah Dasar Inpres (SDI) Lengkong Paje, Desa Wewa, Kecamatan Welak, meminta, Damasius Hagung, dicopot dari jabatan sebagai kepala sekolah itu. Permintaan tersebut, diutarakan, saat beberapa utusan orang tua murid sekolah itu mendatangi Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Manggarai Barat, Selasa (11/8/2020).

Data yang diperoleh  menyebutkan, sejak tahun 2017 hingga tahun 2020, buku Simpanan Pelajar (Simpel) diamankan simpan  Kepala Sekolah. Padahal sebelumnya sempat dibagikan kepada orang tua wali. Namun, setelah dua minggu, Kepala Sekolah, Damasius, meminta mengembalikan  buku simpanan itu.

Kejanggalan lain, adanya ketidaksesuaian jumlah pemilik buku Simpel dengan jumlah penerima manfaat dana PIP. Disebutkan dari 83 pemilik buku Simpel, hanya ada 23 siswa yang menerima dana PIP tahun 2017, 34 siswa tahun 2018, 69 siswa tahun 2019, dan 42 siswa tahun 2020.

Berdasarkan kejanggalan itu, orang tua murid  mendesak Kadis PKO Manggarai Barat segera memeriksa penyaluran dana PIP di SDI Lengkong Paje.   Bila  terbukti menggelapkan dana PIP, Damasius Hagung, dicopot dari jabatan Kepala Sekolah serta  mengembalikan semua kerugian siswa/i SDI Lengkong Paje.

Peserta yang berjumlah sekitar 30-an orang itu, diterima Sekretaris Dinas PKO Manggarai Barat, Drs. Yeremias Unggas, dan Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar, Vinsensius Burmanse, di ruang sidang dinas PKO. Beberapa utusan orang tua wali itu datang bersama beberapa anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Cabang Manggarai dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Cabang Ruteng.

Kepsek Bakal Dipanggil

Menanggapi   tuntutan para orang wali siswa/i SDI Lengkong Paje, Sekretaris Dinas PKO, Yeremias Unggas, menerangkan, temuan tersebut akan ditindaklanjuti sesegera mungkin.

Namun, menurutnya kasus seperti ini tidak dapat diselesaikan dalam waktu satu atau dua hari. Sebab, ada beberapa hal yang harus dilakukan, termasuk bukti-bukti pencairan kepada anak-anak.

“Kita harus crosscheck di BRI lagi, lihat kembali SK-SK penetapan dari kementrian, karena terkait PIP ini, menetapkan seseorang menerima atau tidak, itu berdasarkan SK kementrian”, tuturnya.

Senada disampaikan Kabid Pendidikan Dasar, Vinsensius Burmanse. Dia menerangkan bahwa pihak dinas akan memanggil kepala sekolah terkait, untuk mengonfirmasi balik tetang apa yang diadukan para orang tua wali.

Sementara itu, Ketua GMNI Cabang Manggarai, Rikardus Joman, yang juga juru bicara para orang tua wali siswa/i SDI Lengkong Paje, mengingatkan agar dinas PKO menindaklanjuti persoalan dana PIP itu dengan cepat.

“Kami berikan waktu kepada dinas PKO untuk tindaklanjuti kasus ini selama satu minggu ke depan. Kalau tidak, kami akan datang lagi. Dan itu mungkin dengan cara yang berbeda. Mungkin aksi. Dan kalau Dinas belum menemukan titik terangnya, maka kami akan bawa ke jalur hukum juga”, terangnya kepada floreseditorial.com usai beraudens dengan pihak dinas PKO. (Fec Grup)

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top