Banner-Top
Banner-Top

Dihajar hingga Pingsan, HS laporkan FK ke Polres Manggarai Timur

HS, korban kekerasan. Foto/Ando.
HS, korban kekerasan. Foto/Ando.

BORONG, POSFLORES.COMWarga Desa Paan Leleng, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, HS (54) mengaku dipukul oleh FK hingga pingsan, ketika pulang bertamu dari rumah kerabatnya.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 7 Juni 2020 sekitar pukul 10:00 wita. Menurut HS, dirinya dipukul dengan cara ditinju pada wajahnya dan diinjak oleh FK pada punggungnya.

HS, kepada Posflores.com, Selasa, 8 Juni 2020 menjelaskan bahwa, saat itu dirinya sedang mengendarai sepeda motor, tiba-tiba dihadang oleh pelaku di depan rumahnya. Saat itu, FK bertanya pada HS tentang tujuan HS ke kantor Kecamatan Kota Komba.

“Waktu itu saya lagi mengendarai sepeda motor. Tiba-tiba saya dihadang oleh pelaku, dan ia menanyakan perihal tujuan saya ke kantor kecamatan pada hari Selasa, 2 Juni 2020,” jelasnya.

Lebih lanjut HS menerangkan bahwa, pelaku yang juga memiliki hubungan keluarga dengan Kades Paan Leleng. Menurut HS, FK merasa tersinggung lantaran dirinya berkonsultasi ke pihak kecamatan terkait pembagian BLT di desa tersebut yang diduga tidak tepat sasaran.

“Ia merasa tersinggung karena sebelumnya saya ke kantor camat untuk berkonsultasi terkait BLT di Desa Paan Leleng. Tanpa pikir panjang ia langsung menampar pipi , tinju rahang dan rusuk saya. Setelah itu FK tarik saya dari atas sepeda motor. Ketika saya jatuh, dia injak punggung hingga saya pinggsan. Saya baru sadar ketika sudah berada di Pustu Wano. Dan anehnya, FK juga turut mengantar saya ke Pustu Wano. Di Pustu FK mengaku kepada petugas bahwa saya (HS) mengalami sesak nafas,” terangnya.

Dikatakan HS, setelah dirawat kurang lebih 5 jam di Pustu Wano, dirinya berinisiatif menuju Puskesmas Borong guna melakukan pemeriksaan lengkap. Karena menurut pengakuan petugas Pustu kata HS, Pustu tidak memiliki peralatan yang lengkap. HS mengaku masih merasakan sakit pada tubuhnya.

Setelah memeriksakan diri di Puskesmas Borong, HS kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Manggarai Timur. HS mengaku akan menempuh jalur hukum dalam menyelesaikan persoalan ini.

“Kemarin sekitar pukul.19:00 wita saya datang ke Puskesmas Borong untuk diperiksa lebih lanjut. Setelah itu pada pukul 19:00 saya buat laporan Polisi. Kemudian tadi (9/6/2020) pada pukul 11:30 saya sudah memberikan keterangan di Polres Manggarai Timur,” kata HS.

Pelaku (FK) saat dimeminta tanggapnya terkait peristiwa tersebut mengaku hanya menampar korban dan tidak ada penganiayaan.

“Saya hanya tempeleng dia (HS) pada pipi bagian kanan,” ucap FK.

Sementara itu, Kapolres Manggarai Timur, melalui Kasat Reskrim Polres manggarai Timur, Iptu Deddy S. Karimoy, mengatakan bahwa benar pelapor atas nama HS telah melaporkan kasus penganiayaan ke Pihaknya.

“Benar, ada laporan masuk ke kita dari pelapor HS. Kita telah mengambil keterangan, dan akan melakukan pemanggilan terhadap pelaku FK dan saksi,” kata Deddy. [Marselino Ando]

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top