Dikucilkan Warga, Kondektur Mobil Ekspedisi Surabaya-Flores Mengaku Kecewa

YM, kondektur mobil logistik Surabaya-Flores. Foto/YM koleksi.

BORONG, POSFLORES.COMYM, seorang Kondektur Mobil Ekspedisi (pengangkut logistik) lintas Surabaya-Flores, menjalani karantina mandiri di rumahnya di Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.

Karantina mandiri dilakukan untuk mematuhi anjuran pemerintah sesuai protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Karantina mandiri kemudian dijalani YM, namun, selama masa karantina dia merasa sedih dan mengaku kecewa. Pasalnya, warga yang berada di lingkungannya selalu menghindar jika berpapasan dengan keluarga YM.

YM mengaku, sebelum tiba di rumah, dirinya sudah menjalani pemeriksaan oleh tim gugus tugas pencegahan Covid-19 di Labuan Bajo, Manggarai Barat. Selain menjalani pemeriksaan di Labuan Bajo, YM juga menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim gugus tugas pencegahan covid-19 Manggarai Timur, yang ada di Mano, Kecamatan Poco Ranaka.

Dikatakan YM, dirinya telah mendapatkan surat keterangan sehat dari Puskesmas Borong, Manggarai Timur. Dan dirnya mengaku baik-baik saja.

“Saya telah menjalani pemeriksaan mulai dari Labuan Bajo hingga Manggarai Timur. Dan ada surat keterangan hasil cek kesehatan dari Puskesmas Borong, yang isinya saya sehat-sehat saja. Kalau saya yang diasingkan, saya tidak keberatan. Lagian saya sedang mengikuti protokol kesehatan dengan menjalankan karantina mandiri. Hanya saja, orangtua dan adik-adik saya yang diasingkan tentu saya sangat kecewa dan sedih,” ucap YM Kepada posflores.com, Kamis 21 Mei 2020.

Menyikapi kondisi tersebut, YL orantua YM, juga mengaku kecewa dengan sikap warga sekitar yang mengucilkan keluarga mereka. YL mengaku, anaknya menjadi kondektur hanya karena keluarganya miskin.

“Kalau kami kaya, pasti anak kami tidak pergi kerja sebagai kondektur mobil ekspedisi di Surabaya. Sekarang anak kami sudah kembali ke rumah dan melakukan karantina mandiri sesuai protokol kesehatan. Dia tidak keluar rumah, tetapi kenapa kami sekeluarga dikucilkan,” kata YL.

Menanggapi hal tersebut, salah satu staf Kelurahan Kota Ndora yang juga berada pada lingkungan yang sama dengan YM mengatakan bahwa, YM yang baru pulang dari Surabaya lolos dari Posko Mano karena YM sehat dan tidak memiliki masalah terkait covid-19.

“Kami sudah menghimbau langsung ke rumahnya untuk tetap melakukan karantina mandiri. Dia punya surat lengkap. Kecuali kalau dia tidak melakukan karantina mandiri, maka kami akan membawanya ke Shelter Lehong,” kata DN.

Menurut DN, masyarakat tidak perlu panik karena yang bersangkutan (YM) dinyatakan sehat berdasarkan surat keterangan. Ia berharap agar masyarakat sekitar jangan menghindar jika bertemu dengan keluarganya. [Wil Susu]

Facebook Comments

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0