Sen. Des 16th, 2019

Lugas, Berani, Independen

Dinas P dan K Matim Akan Berhentikan Kepala Sekolah SDN Wae Mamba

2 min read

Kepala Dinas P dan K Matim, Basilius Teto. Foto/ Yon Sahaja.

Oleh: Yon Sahaja

 

BORONg, POSFLORES.com–Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Timur, Basilius Teto, akan berhentikan kepala sekolah yang melakukan tindak kekerasan terhadap anak didiknya di Sekolah Dasar Negeri Wae Mamba, kecamatan Elar, Manggarai Timur. Namun langkah itu diambil jika proses hukum sudah final dan kepala Sekolah yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Kepolisian.

“Dinas akan memberhentikan Kepala Sekolah jika telah mendapat kepastian hukum. Sebab saat ini, yang bersangkutan sudah dilaporkan ke Polisi. Kita tunggu dalam bulan ini hasilnya. Jika dia(kepsek)ditetapkan sebagai tersangka maka dinas akan berhentikan dari kepala sekolah,” jelas Teto saat ditemui di kantornya, Senin 12 Agustus 2019 .

Menurut Teto, kepsek yang bersangkutan tidak akan dibela oleh dinas jika dinyatakan bersalah secara hukum. Teto tidak membenarkan aksi kekerasan yang dilakukan oleh kepsek tersebut kepada anak murid.

“Dinas tidak akan
bela jika yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka. Dinas sangat menyayangkan tindakan kepsek tersebut, karena itu dapat mengganggu psikologis anak didik. Coba gunakan metode lain agar anak murid tidak membangkang. Jangan dengan cara seperti itu,” ujar Teto.

Sebelumnya, media ini beritakan kepala sekolah atas nama Silvester Sandrin dilaporkan ke Polres Manggarai oleh orangtua murid yang bernama Oswaldus Mardin. Silvester dilaporkan akibat tindak kekerasan yang dilakukannya terhadap anak murid. Hal tersebut dilakukannya karena murid tersebut tidak mengikuti ibadat di sekolah.

Mardin, orangtua siswa korban kekerasan kepala sekolah mengatakan sangat kecewa dengan tindakan kepala Sekolah SD Wae Mamba. Ia berharap agar kepolisian dapat menetapkan yang bersangkutan menjadi tersangka.

“Saya kecewa dengan aksi kepala Sekolah SD Wae Mamba, dia pukul anak saya hingga kakinya bengkak semua. Saat ini anak saya dipindahakan ke Sekolah lain yang jauh dari rumah saya. Aneh, kok anak saya mendapat juara empat namun Sekolah menetapkan anak saya dengan naik bersyarat yaitu naik dipindahkan. Saya kecewa sekali,” kata Mardin saat ditemui di kantor P dan K Manggarai Timur, 12 Agustus 2019.(*)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.