Dinas PMD dan Inspektorat Matim Tanggapi isu dugaan Laporan Fiktif di Desa Rengkam

Kantor Inspektorat Matim. Foto/Nardi Jaya.

BORONG, POSFLORES.COM–Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) dan Inspektorat Kabupaten Manggarai Timur, menanggapi isu tentang dugaan laporan fiktif Kades Rengkam terkait pembangunan di desa tersebut.

Kepala Dinas PMD Matim, Yoseph Durahi, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (11/3/2020) dengan tegas mengatakan bahwa pihaknya akan turun ke lokasi dalam waktu dekat.

Mengenai desa rengkam ini, memang kami sudah mendengar isu yang beredar. Tetapi belum sampai masyarakat lapor ke sini. Tetapi kami sangat berterimakasih kepada media yang telah menulis tentang persoalan di Rengkam sacara detail. Kami akan langsung turun ke lokasi dalam waktu dekat ini tetapi kami dahulukan dulu laporan yang sudah lama masuk sebelum desa Rengkam,” kata Yoseph.

Terkait Kantor Desa, Yoseph menjelaskan selama anggarannya ada, tidak ada alasan untuk tidak dibangun.

Kantor desa itu memang dari ADD, tetapi tidak menjadi alasan untuk tidak dibangun. Kalau tahun 2018 misalnya pengadaan bahan, yah tahun 2019 itu harus mulai dibangun,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Matim, Gonsa Tombor menuturkan bahwa, pada perinsipnya Inspektorat Matim selalu siap menyikapi segala bentuk pengaduan, baik laporan secara langsung dari masyarakat, maupun lewat berita media online.

Biasanya kami panggil kepala desa yang bersangkutan untuk klarifikasi terkait adanya laporan masyarakat. Kemudian kami akan verifikasi dan tela’ah. Juga didukung dengan bukti-bukti sebelum kami turun ke lokasi. Setelah itu tim kami akan turun audit, mengecek secara langsung bukti-bukti di lapangan,” tutur Gonsa.

Gonsa menjelaskan, begitu banyak pengaduan yang sudah masuk di Inspektorat Matim, sehingga kemungkinannya proses audit di Desa Rengkam tunggu akhir bulan Maret atau awal bulan April.

Sebelumnya diberitakan, laporan pengelolaan Dana Desa (DD) Rengkam, Kecamatan Poco Ranaka Timur, Kabupaten Manggarai Timur diduga fiktif dan sistem pembangunannya diduga tidak transparan.

Salah satu warga Desa yang namanya enggan dimediakan mengaku, seluruh proyek di Desanya tersebut tidak pernah dipasang papan informasi proyek (papan tender) sejak tahun 2015. Selain itu, banyak laporan item proyek yang diduga fiktif tidak sesuai bukti fisik di lapangan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Rengkam, Fransiskus Yunsun, menjelaskan jika masyarakat di Desanya itu selalu merusak papan tender setiap kali ada proyek desa yang masuk.

Terkait dugaan laporan fiktif, Yunsun menjelaskan dari delapan (8) item yang laporan itu tidak benar, dengan alasan salah satunya pengerjaan di Natas Terong untuk sementara dihentikan atas dasar permintaan Pemda.

Kemudian terkait laporan fiktif pengadaan dan perbaikan rumah sehat 12 fakir miskin yang dananya mencapai 120 juta ditahun 2018, Fransiskus membantah ada program. Program yang bersangkutan ada dan sudah terealisasi ditahun 2019.

Kalau di dalam dokumen kami ada program pembangunan dan perbaikan rumah sehat 12 fakir miskin tahun 2018, berarti itu salah ketik” kata Yunsun

Terkait bantuan rumah tersebut, Kepada wartawan, Dia menegaskan bahwa RAB yang aslinya hanya ditahun 2019 dan masyarakat sudah terima material bahkan ada yang sudah mulai kerja. [Nardi Jaya]

Facebook Comments