Selasa, 9 Maret 2021

Dinsos Matim Bantah Janjikan Bantuan untuk Korban Kebakaran

BORONG, POSFLORES.COMStaf Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Timur diduga membohongi Karolus Ngo, Warga kampung Tanggo, Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur.

Karolus mengaku pernah dijanjikan pihak Dinsos Matim untuk menyalurkan bantuan pasca kebakaran rumah.

“Tanggal 14 Agustus 2019 rumah saya terbakar. Beberapa hari setelah itu staf dari Dinas Sosial dan DPBD Matim datang ke sini. Masih terlintas dalam ingatan saya, kala itu staf Dinsos Matim janjikan bantuan tetapi sampai sekarang belum terealisasi,” ungkap Karolus, Sabtu, 19 Desember 2020.

Menurutnya, waktu itu ia bersama keluarga mengalami kerugian yang cukup besar. Namun ia merasa sedikit gembira ketika DPBD Matim dapat meringankan beban mereka.

“Dari DPBD sumbang seng sebanyak 60 lembar dan kami masih simpan sampai sekarang. Kalau ditotal, kami mengalami kerugain sebesar Rp.150.000.000,00 karena semua barang dalam rumah terbakar. Syukur saja waktu itu kami selamat karena lagi berada di luar rumah,” jelasnya.

Suami dari ibu Yofitas Srisangul ini berharap Dinas Sosial Matim mau menyalurkan bantuan sesuai perjanjian mereka waktu itu.

“Memang waktu itu mereka tidak menyampaikan bentuk bantuan yang mau disalurkan. Staf Dinsos Matim hanya tanya-tanya total kerugian dan berjanji dalam waktu dekat akan meringankan beban keluarga saya. Semoga saja mereka tidak ingkar janji,” harapnya.

Menurut cerita Karolus, pasca kebakaran rumah, ia bersama istri tinggal bersama anak sulung sambil menunggu bantuan dari dinsos untuk memperbaiki rumahnya.

“Sampai sa’at ini kami tinggal sementara bersama anak sulung laki-laki. Penghasilan kami pas-pasan karena kami menggantungkan hidup dengan bertani,” tambahnya.

Sementara itu,Wihelmus Deo, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Timur mengaku pihaknya tidak pernah menjanjikan bantuan untuk Karolus Ngo.

“Bantuan dari mana? Tidak ada! Jangan sampai mengaku Dinsos Matim, ternyata bukan orang dinsos,” kata wihelmus.

Wihelmus menjelaskan, pihaknya tidak memiliki uang. Apa lagi, semua anggaran sudah dipotong untuk bantuan Covid-19.

“Pihak DPBD salurkan bantuan karena mereka ada uang. Kalau kami tidak ada uang karena banyak anggaran yang dipangkas untuk bantun Covid-19,” jelasnya. (Ando)

Facebook Comments

Share and Enjoy !

0Shares
0


0

- Advertisement -

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Facebook Comments

Share and Enjoy !

0Shares
0 0