Banner-Top
Banner-Top

Dispar Matim Apresiasi Konten Youtube Lensa Hati

Screenshot konten youtube Lensa Hati
Screenshot konten youtube Lensa Hati

Borong, Posflores.com-Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Manggarai Timur (Matim), mengapresiasi, konten YouTube Lensa Hati. Sebab, konten yang diangkat itu, sangat kontekstual dan mengandung makna yang mendalam bagi para penonton.

Demikian disampaikan, Kepala Dinas Dispar Matim, Kanisius Judin, melalui, Kepala Bidang Kebudayaan, Frans Bukardi, saat ditemui Posflores.com di ruang kerjanya, Selasa (28/7/2020).

“Ada yang manis namun ada juga yang sedikit pahit. Mereka sukses menyampaikan itu, tanpa harus berperang dengan pedang,” puji Frans.

Alumni Sastra Prancis Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar itu, mengucapkan, terima kasih kepada crew Lensa Hati, lantaran sudah mengangkat dan mempromosikan beberapa obyek wisata di Manggarai Timur. Sebab, melalui cara tersebut, komunitas anak muda setidaknya memiliki kecintaan untuk daerahnya.

Ia juga berharap, Lensa Hati ke depan semakin maju dengan konten dan konsep yang mengangkat inner beauty (kecantikan batin) dari Manggarai Timur, seperti, Wae Mokel awon dan Wae Reno salen.

“Selain itu, aspek kebudayaan, bisa menjadi konten atau topik dari film yang bisa digarap untuk ditonton oleh publik Nusantara, khususnya di NTT,” harapnya.

Terpisah, kreator chanel youtube Lensa Hati, Yon Sahaja mengatakan, konten yang disajikan, merupakan hasil kerja dan kreatifitas tim. Hal tersebut dibuktikan dengan sambutan dan apresiasi dari para pecinta flm pendek.

“Saya ucapkan terima kasih atas perhatian Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melalui Dinas Pariwisata. Chanel Youtube Lensa Hati merupakan chanel hiburan yang dikembangkan anak muda Manggarai Timur. Konten yang sajikan berisi film pendek yang diambil dari kehidupan sosial masayarakat Manggarai pada umumnya dan Manggarai Timur khususnya,” jelasnya.

Dikatakan, chanel youtube tersebut awalnya masih bersifat pribadi. Namun, kemudian diberi nama Lensa Hati. Nama itu, diambil dari domain lensahati.com, yakni, sebuah website yang awalnya dijadikan portal berita.

Ia mengaku, konten yang disajikan belum sesuai harapan pecinta film. Terutama, teknik pengambilan gambar, long shot, extrim shot, close up dan yang lainnya. Pasalnya, video yang disajikan ke publik hanya menggunakan handphone untuk merekam mau pun mengedit.

“Suara bising atau noise juga menjadi kendala, namun dalam waktu dekat hal itu bisa diminimalisir dengan mic warles (khusus vloger). Masih ada kekurangan lainnya, namun perlahan kita akan benahi itu. Kita akan terus berkarya dengan konten-konten yang lebih baik lagi,” katanya.

Untuk diketahui, chanel tersebut dilauncing satu bulan lalu. Chanel produksi 21 film pendek, jumlah subscriber hampir 400 dan jam tayang hampir 800. (knj).

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top