Banner-Top
Banner-Top

Dua Pemuda Elar, Manggarai Timur Bangun PLTMH dari Barang Bekas

Alen dan Yordan. Foto/Relys.
Alen dan Yordan. Foto/Relys.

MANGGARAI TIMUR, POSFLORES.COM Listrik merupakan suatu komponen yang sangat penting untuk menunjang aktifitas manusia di atas muka bumi ini. Listrik seakan menjadi kebutuhan primer semua orang tanpa terkecuali.

Di Indonesia, hampir semua wilayah diterangi listrik, kondisi ini dominan untuk Indonesia bagian bagian barat.

Sedangkan di Indonesia tengah, yakni di NTT, sebagian wilayahnya masih ada warga yang hidup tanpa listrik. Seperti yang dialami Warga Desa Rana Gapang, Kecamatan Elar, Manggarai Timur. Untuk mendapatkan listrik, dua orang warga membangun Pembangkit Tenaga Listrik Mikrohidro skala kecil atau biasa disebut PLTMH

Seperti yang dilakukan dua pemuda Desa Rana Gapang, Yordan (18) dan Alen (21). Dua pemuda hebat tersebut mampu menghasilkan aliran listrik dari PLTMH.

Alen dan Yordan mengaku, Desa Rana Gapang merupakan salah satu Desa di Kecamatan Elar yang sampai saat ini belum diterangi listrik. Bertahun – tahun Warga Kampung hanya menggunakan pelita pada malam hari.

“Berangkat dari situasi ini, kami mencoba merancang velg roda sepeda motor untuk dijadikan kincir penggerak dan alhasil, usaha ini pun berhasil. Kami melihat ada potensi di desa ini untuk membangun PLTMH. Dari potensi yang ada kami mencoba mencari referensi untuk membuat pembangkit listrik tenaga mikrohidro lewat media online dan YouTube,” papar Alen, Miggu, 11 April 2021.

Setelah mendapat pengetahuan yang cukup dari youtube dan media online, barulah kami mempersiapkan berbagai peralatan pendukung, setelah lengkap kami mulai merakitnya.

“Kami sudah mencoba beberapa kali hingga berhasil. Dan puji Tuhan hasilnya sangat memuaskan, meski baru tiga rumah yang bisa diterangi. Saat ini sudah bisa charger hp,” kata Alen.

Alen mengatakan selama proses pengerjaan, pihaknya tidak mengeluarkan biaya, karena peralatan yang ada semuanya barang bekas. “Walaupun peralatannya sederhana dari barang bekas tapi kami berhasil seperti merakitnya,” kata Alen.

Kerja keras kedua pemuda tersebut mengundang decak kagum dari masyarakat setempat. Warga merasa bangga ada pemuda hebat di desanya.

“Kedua pemuda hebat ini punya ide yang sangat brilian. Alen sekoalah Tamat SMA, Yordan hanya sampai kelas dua SMA saja. Saya dan juga masyarakat sangat bangga dengan pencapaian mereka,” ucap Sarlenso, tokoh muda Desa Rana Gapang.

Demi penerangan secara masif di wilayahnya, Sarlenso berharap Pemda Matim melalui PLN bisa menghadirkan listrik PLN diwilayah tersebut.

“Kami mengkampanyekan ini sebagai gambaran jika tidak ada PLN di wilayah ini. Semoga Pemda Matim bisa memperhatikan nasib kami supaya bisa merasakan penerangan seperti di wilayah – wilayah lain,” paparnya.

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top