Banner-Top
Banner-Top

Empat Orang Penumpang Kapal di Reok Suhu Tubuhnya Mencapai 38 Celsius

Petugas saat memeriksa tubuh penumpang. Foto/tim PF.
Petugas saat memeriksa tubuh penumpang. Foto/tim PF.

RUTENG, POSFLORES.COM--Dua Kapal Perintis Tol Laut yakni, KM Usaha Abadi dan KM Sabuk Nusantara 84 hari ini, 4 April 2020, turunkan penumpang di Pelabuhan Kelas ll Reok. Kapal Perintis tol laut Usaha Abadi bersandar lebih dahulu sekitar pukul 07.00 witta, kemudian menyusul Kapal Perintis tol laut Sabuk Nusantara 84, yang bersandar tepat pukul 08.07 witta.

Sebanyak 14 orang penumpang Kapal perintis Usaha Abadi dengan rute keberangkatan dari Bima-Reok yang turun di unit pelabuhan kelas II Reok. Sementara sebanyak 84 orang penumpang KM Perintis Sabuk Nusantara 84, dengan rute keberangkatan yang sama yaitu Bima-Labuan Bajo juga turun di Unit pelabuhan Kelas II Reok.

Menurut Kepala Puskesmas Reok, Muhamad Saleh, jika hasil scan suhu tubuh mencapai suhu 38 derajat celsius, maka  akan dipisahkan untuk dipantau lebih lanjut.

"Yang kami lakukan adalah bukan untuk mensterilkan mereka (para penumpang) tetapi untuk menghancurkan kuman yang berada di luar tubuh bisa mati. Tetapi kalau sudah ada kuman yang berada di dalam tubuh maka disinfektan ini tidak bermanfaat sama sekali," ungkap Mohamad Saleh.

Berdasarkan hasil kajian awal, kata Saleh, terdapat 4 orang yang perlu dikaji kembali kesehatannya.

"Untuk pengkajian awalnya ditemukan ada 4 orang penumpang yang suhu tubuhnya mencapai 38 derajat celsius, itu yang perlu dikaji kembali, baik nanti dikaji di Puskesmas Reok ataupun di RSUD Ben Mboi Ruteng," jelasnya.

Saleh juga menjelaskan, untuk menetapkan apakah keempat penumpang itu nantinya ditetapkan sebagai ODP atau bukan, hal itu bukanlah kewenangannya.

"Untuk keempat orang penumpang itu, kami akan lakukan pengkajian ulang, kami hanya berwenenang untuk melaporkan hal ini kepada Kabag humas Setda Manggarai. Nanti pihaknya humas yang akan menentukan setelah ada hasil pengkajian ulang," jelas Saleh.

Sementara itu, Kabag Humas Setda Manggarai, Lodovikus D. Moa, mengatakan bahwa dirinya belum mendapatkan laporan dari lapangan.

"Ada tahapan Protokol Kesehatan yang mesti dilalui terkait penentuan ODP dan PDP. Tim Kesehatan yang sudah terbentuk (DINKES dan Rumah Sakit) yang punya otoritas akan menentukan seseorang masuk kriteria ODP, PDP ataukah tidak. Sejauh ini, kami belum mendapatkan konfirmasi data dimaksud. Informasi yang resmi akan disampaikan oleh Jubir Komando C19. Jika ada berita yang beredar tanpa confirm dari Sekret TIM Komando Tugas C19 (Jubir C19) tidak perlu ditanggapi," kata Lodovikus. [Tim PF]

Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top