Enau, Pohon Penghasil “Sopi” Kualitas Tinggi

oleh -515 views
Seorang Perajin Sopi Sedang menyadap Enau atau Aren. Foto/Nardi Jaya.

Oleh: Nardi Jaya

 

BORONG, POSFLORES.COM–Pohon Aren atau Enau telah lama dikenal oleh Masyarakat Indonesia sebagai “Pohon Kehidupan” yang telah dikaruniakan Tuhan kepada umat manusia. Sebutan Pohon Kehidupan dikarenakan memiliki manfaat yang begitu banyak bagi manusia.

Enau atau aren (Arenga pinnata, suku Arecaceae) adalah tumbuhan palma yang sangat penting karena manfaatnya untuk manusia begitu banyak. Manfaat dari pohon tersebut antara lain adalah bahan pokok pembuatan Gula Merah, kolang-kaling, tuak atau sopi dan pelepah (ijuk) untuk atap rumah dan juga untuk bahan  sapu lantai.

Warga Waerana, kecamatan Kota Komba, Manggarai Timur menyebut tanaman ini “Pu’u Tuak”, nama tersebutpun cukup familiar bagi masyarakat Manggarai Raya. Penyebutan nama pu’u Tuak berdasarkan kebiasaan masyarakat yang mungkin karena manfaat dari pohon Aren tersebut yang menghasilkan jenis alkohol alami yang sering disebut tuak.

 

Asal Mula Nama Sopi Kobok

Warga Waerana, khususnya di Kelurahan Rongga Koe, pohon ini pada umumnya adalah penghasil Sopi Kobok(minuman beralkohol dengan brand sopi kobok)dan sapu Ijuk. Nira, hasil dari pohon Aren atau Enau ini oleh masyarakat setempat disulap menjadi beragam jenis olahan minuman beralkohol seperti Tuak/Kobok (minuman beralkohol dengan ciri khas dan rasa yang unik).

Nama Kobok yang melekat pada brand sopi dari Waerana ini sebenarnya adalah nama sebuah Kampung yang terletak di Waerana, Kelurahan Rongga Koe, Kecamatan Kota Komba, Manggarai Timur.

Jarak Kampung ini sekitar 250 meter dari jalan lintas Flores. Saat berada di sana kita dimanjakan dengan pemandangan yang cukup unik. Dimana rata-rata penghuni kampung tersebut berprofesi sebagai pengrajin Sopi. Saban hari, Pagi dan petang tak kenal lelah warga pengarajin sopi pergi menyadap  pohon enau yang terletak di hutan dan sekitaran kampung tersebut.

Kondisi air nira atau tuak bakok dalam bahasa setempat hasil dari sadapan pohon terlihat berwarna putih bening dengan rasa yang membuat kita yang mencobanya menjadi ketagihan. Tidak berhenti sampai disitu. Tuak Bakok yang ditampung berminggu-minggu pada akhirnya disuling. Proses penyulingan atau “Ruba Tuak” membutuhkan waktu yang cukup lama tergantung banyaknya air nira.

Berbeda dengan penyulingan moke pada umumnya. Warga Kobok memiliki resep tersendiri untuk menghasilkan sopi yang berkualitas. Hal ini dikatakan Tomas Lea(45) salah salah satu pengrajin Sopi asal Kobok.

 

Penghasil Sapu Ijuk

Jurnalis Posflores.com  menyempatkan diri berkunjung ke rumah milik Tomas Mbolang, pengrajin Sapu Ijuk asal Kampung Rasan Rasan, Kecamatan Kota Komba. Ayah Empat anak Ini memilih profesi sebagai pengrajin sapu dan tali yang bahan dasarnya adalah pelepah aren atau ijuk, usaha yang ditekuninya sejak 20 Tahun silam. Dalam satu hari, Tomas mampu menyulap ijuk menjadi sapu sebanyak 20 buah. Diakuinya pembuatan sapu tidak terlalu rumit namun yang paling lama prosesnya adalah pengumpulan bahan.

“Bahan dasar untuk buat sapu adalah bambu, pelepah aren (ijuk) dan tali. Untuk menghasilkan sapu yang berkualitas, bahan dasarnya tidak asal-asalan juga. Bambu yang dipotong, kita jemur lagi dan pelepah/ijuk yang diambil dari pohon aren juga harus diseleksi dulu. Ada yang mudah putus, itu yang kita buang. Namun, jika bambu dan tali untuk buat sapu kurang, maka pilihan terakhir adalah membuat tali ijuk,” kata pria paruh baya itu.

Menurut Tomas, untuk mendapatkan 20 buah sapu, pengumpulan bahannya memakan waktu 3-4 hari. Dihari yang ke-5 barulah dia menyulam untuk dijual di pasar keesokan harinya.

“Untuk satu buah sapu saya jual Rp 10.000 dan tali ijuk seharga Rp 30.000. Jadi dalam satu minggu penghasilan bersihnya mencapai Rp 200.000 . Itu pun kalau semuanya laku. Karena yang paling dominan laku adalah sapu. Kalau tali kurang laku di pasaran. Mungkin karena banyak orang lebih memilih tali plastik,” jelasnya.

Diakuinya, menjadi seorang pengrajin sapu bukan hal yang mudah karena ketekunan dan kesabaran adalah kuncinya. Hingga saat ini pelanggan sapu ijuk milik Tomas Mbolang mendominasi pasaran wilayah Kota Borong, Aimere, Waelengga dan Waerana.(*)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *