Festival Agrowisata Kopi Colol, Tokoh Muda: Kami tidak ingin Colol seperti Labuan Bajo

Kopi Colol, Manggarai Timur. Foto/Than Naga.

BORONG, POSFLORES.COM–Di tengah mendunianya nama Kopi Colol, Pemda Manggarai Timur juga tidak tinggal diam dalam mendesain Agrowisata Kopi Colol yang dibuktikan melalui sosialisai persiapan Festival Lembah Kopi Colol di Kampung Biting, Desa Uluwae, Kecamatan Poco Ranaka Timur, Manggarai Timur, NTT.¬† Minggu, 23/02/2020.

Kegiatan sosialisasi berlangsung di Aula Paroki Biting, Desa Uluwae, Kecamatan Poco Ranaka Timur. Dalam menyongsong Festival tersebut, beberapa lembaga bekerjasama dengan Kepala Desa dan masyarakat setempat hadir dalam sosialisasi persiapan Festival Agrowisata Kopi Colol yang sedianya akan digelar pada awal bulan Juni mendatang.

Bupati Manggarai Timur sendiri sangat optimis untuk menyukseskan Festival tersebut, dengan alasan selain mempromosi kualitas Kopi Colol juga bertujuan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat dalam festival ini. Dan juga untuk lebih jauh lagi mengenal Colol dan agrowisatanya ke tingkat nasional maupun internasional.

Pemda Matim bersama masyarakat dan panitia dalam waktu dekat akan mendesain persiapan festival, dalam hal ini tempat untuk pengunjung saat festival nanti. Di antaranya adalah sajian kuliner khas Colol, pertunjukan budaya lokal¬† yang kemudian akan dijual kepada pengunjung nantinya. Selain itu Pemda juga meminta kepada Kades setempat untuk menyiapkan “stay Home” untuk menginap para pengunjung nantinya baik pengunjung nasional maupun internasional. Untuk stay home sendiri, direncanakan akan mendesain beberapa rumah sederhana atau pondok milik warga di sekitar tempat wisata tersebut.

Saya sendiri berjanji, dalam waktu dekat akan terus mensosialisasikan hal itu, guna memberdayakan masyarakat, baik itu kebersihan, penataan lingkungan dan juga persiapan untuk stay home yang berjumlah kurang lebih 200 stay home untuk para pengunjung,” kata bupati Agas dalam sambutannya.

Pemda sendiri akan kucurkan dana sebanyak 200 juta untuk menyukseskan kegiatan ini. Selain itu juga, dalam waktu dekat, Pemda Matim akan berkoordinasi dengan kontarktor untuk membenah infrastruktur dari Mano hingga Colol.

Kegiatan sosialisasi yang didesain dalam bentuk dialog tersebut, cukup mendapat tanggapan dari beberapa tokoh pemuda yang hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka berharap, kegiatan ini jangan hanya festival semata, akan tetapi Pemda harus mampu menjamin harga kopi untuk masyarakat Colol dan hindari agenda besar festival ini dari investor.

Hal yang disampaikan tokoh pemuda tersebut merupakan bentuk keresahan dari masyarakat setempat. Di mana Pemda absen dalam kebijakan menentukan harga kopi untuk masyarakat. Sementara soal harga, masih ditentukan oleh Cina atau para pengusaha.

Kami tidak ingin Colol akan sama dengan Labuan Bajo nantinya, yang menjadi target investor. Untuk itu, kami tegaskan kegiatan ini harus betul betul mengutamakan kepentingan masyarakat setempat, sekali lagi kami meminta hindari Colol dari investor,” tegas salah satu tokoh pemuda yang enggan untuk dimediakan namanya.

Dia mengatakan bahwa kesempatan ini, merupakan tawaran pada Pemda yang harus diterapkan pasar monopoli untuk masyarakat Colol. Pasar monopoli ini bertujuan untuk kemudian menentuan harga komoditi, terutama kopi yang akan ditentukan oleh masyarakat sendiri dalam pemasaran nantinya.

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh Bupati Manggarai Timur Agas Andreas, Sekda Manggarai Timur, Kadis Pariwisata Manggarai Timur, dan beberapa pejabat dari lembaga lainya. [Than Naga]

Facebook Comments