Banner-Top
Banner-Top

FORMAPPI Sorot Dugaan Pelanggaran Prokes oleh Petinggi Polri di Manggarai Timur

Penelti Formappi, Lucius Karus. Foto/MI.
Penelti Formappi, Lucius Karus. Foto/MI.

JAKARTA, POSFLORES.COMPeneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus menyoroti dugaan pelanggaran PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) yang lakukan Petinggi Polri di Polres Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur belum lama ini.

Lucius Karus mengatakan, Akad Nikah Petinggi Polri (Kasat Reskrim Polres Matim) Ipda Agustian Sura Pratama, yang dilakukan pada situasi PPKM Covid-19 merupakan pelanggaran serius.

“Mereka tidak hanya gagal menjadi contoh kepada masyarakan soal bagaimana menjalankan protokol kesehatan secara disiplin. Mereka juga bahkan memanfaatkan kekuasaan atau jabatan mereka untuk menegakkan protokol secara tidak adil,” kata Lucius Karus melalui keterangan pers di Jakarta, Senin, 26 Juli 2021.

Menurut Lucius, suatu peristiwa yang sangat disayangkan seorang Kasat Reskrim melaksanakan akad nikah pada situasi PPKM. Apalagi kata Lucius, kegiatan tersebut melibatkan banyak orang.

“Pada sisi lain kerumunan serupa yang dilakukan masyarakat biasa akan dilarang oleh kepolisian. Penegakan hukum macam apa yang mau ditegakkan Kepolisian di Manggarai Timur jika mereka sendiri mempertontonkan ketakdisplinan menaati peraturan,” paparnya.

Lucius menambahkan, di tempat lain pelanggaran atas larangan berkumpul bisa ditindak secara hukum. Tidak peduli kalau yang melakukannya adalah pejabat di daerah.

“Kalau polisi yang diharapkan menjadi penegak hukum atas pelanggaran yang terjadi justru menjadi pelaku pelanggaran, lalu siapa lagi yang bisa diandalkan.
Maka pada waktunya peningkatan jumlah kasus Covid-19 akan terjadi karena kelalaian menegakkan proses justru dimotori oleh penegak hukum,” terangnya.

Kegiatan Akad Nikah Kasat Reskrim Polres Matim kata Lucius, dilakukan di tengah wabah Covid-19 yang masih tinggi bukan saja menjadi lonceng kematian bagi penegakan hukum di Manggarai Timur tetapi juga alarm bahaya terkait potensi meningkatnya kasus Covid yang bakal terjadi karena ketakdisplinan yang dipelopori justru oleh penegak hukum.

“Ini merupakan alarm bahaya dan lonceng kematian akan potensi meningkatnya kasus Covid-19 di Manggarai Timur. Berulangkali Presiden mengatakan bahwa kunci untuk mengendalikan penyebaran virus adalah kedisiplinan melaksanakan Prokes. Saya kira pesan presiden ini bukan pepesan kosong,” ucapnya.

Pesan Presiden kata Lucius, merupakan arahan bagi aparatur seperti kepolisian sampai pada levelnya yang paling rendah. Mereka (Kepolisian) harus mampu mensosialisasikan pesan dari pemimpin negara kepada rakyat di seluruh pelosok termasuk di Manggarai Timur.

“Kalau ada oknum dari kepolisian yang malah melanggar pesan dan bahkan aturan prokes yang berlaku saat ini, saya kira sudah semestinya prosedur di internal kepolisian bisa memroses oknum yang bersangkutan agar tidak menjadi virus bagi kehidupan sosial warga Manggarai Timur,” jelas Lucius.

Lucius mengatakan, jika langkah-langkah prosedural biasa tak berani ditempuh karena kepentingan membela korps, Lucius Karus berharap Polri segera mengecek kebenarannya di Manggarai Timur.

“Yang jelas sangat berbahaya ketika kepolisian di daerah justru menjadi biang pelanggaran prokes. Karena itu artinya tidak ada lagi jaminan bagi masyarakat untuk memastikan penegakan hukum bagi pelanggar prokes diproses secara hukum,” tutup Lucius.

Sebagaimana diketahui, proses akad nikah Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur pada Sabtu, 24 Juli 2021 lalu berlangsung disaat adanya larangan berkumpul. Kegiatan tersebut berakhir pada pukul 11:25 Witta.

Usai Akad Nikah, sang pengantin pria yang tak lain adalah Kasat Reskrim Polres Matim, Ipda Agustian Sura Pratama mengatakan bahwa kegiatan tersebut hanya dihadiri beberapa orang saja.

“Akad Nikah di dalam rumah. Hanya dihadiri keluarga saja dan mengikut Prokes yang Ketat,” katanya. (Tim)

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top