Gedung Pasar Rakyat di Matim Ditinggalkan Pedagang

oleh -423 views
Kondisi di dalam gedung Pasar Rakyat Ranaloba Borong tidak ditempati Pedagang. Foto/Yon Sahaja.

Oleh: Yon Sahaja

 

BORONG, POSFLORES.COM–Kondisi Pasar Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur kini semakin ramai oleh para pedagang yang menjajakan dagangannya.

Kondisi ini memaksa Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur untuk membangun tempat atau bangunan untuk para pedagang.

Namun cukup miris, ketika bangunan yang telah dibangun dengan anggaran yang cukup besar malah ditinggalkan pedagang akibat sepinya pembeli yang datang.

Pedagang beramsumsi jika menjual di dalam gedung atau ruko maka pembeli jarang datang, lain halnya jikalau jual di luar gedung atau di pinggir jalan.

Salah satu bangunan yang di tinggalkan pedagang adalah gedung Pasar Rakyat Ranaloba Borong. Gedung megah ini telah ditinggalkan pedagang kurang lebih empat bulan sejak bulan April 2019.

Alasannya karena hawa panas yang dirasakan oleh pedagang di dalam gedung yang membuat mereka(pedagang)jual di luar gedung.

Pantauan Posflores.com(5/9/2019), nampak ratusan los di dalam gedung pasar rakyat tidak dihuni pedagang, sedangkan di luar gedung para pedagang terlihat menjajakan dagangannya yang didominasi pedangang sembako.
Salah satu pedagang sekaligus mengaku sebagai pemerhati Pasar berinisial WS mengaku prihatin dengan kondisi ini. Ia berharap agar pemerinth harus jeli melihat kondisi ini, dan meminta agar pemda Matim harus mengawasi situasi pasar dan mendengar keluhan dan masukan dari pedagang.

“Saya minta Pemda Matim agar mengawasi kondisi Pasar ini, selama ini lemah pengawasan sehingga pedagang mulai menjual di luar gedung yang menambah konidisi pasar amburadul. Memang kondisi dalam gedung cukup panas namun bukan berarti gedung ditinggalkan begitu saja,” ucap WS.

Pedagang lainnya berinisial LB yang menempati Ruko di lokasi Terminal Borong mengatakan bahwa sangat-sangat disayangkan ulah teman-teman pedagang yang hanya membuka Ruko setiap hari Senin dan Selasa, dan itupun mereka(pedagang)menjadikan Ruko tersebut sebagai gudang tempat menyimpan barang sedangakan mereka jual di luar Ruko.

“Saya cukup prihatin dengan kondisi Ruko ini, kok pedagangnya jarang menjual dan bahkan tidak buka sama sekali. Sampai kapan kondisi seperti ini dibiarkan oleh Pemerintah, jika kondisi ini berlanjut maka bukan tidak mungkin bangunan ini hanya sebagai pajangan saja,” kata LB.

LB juga menyoroti para pedagang yang menjual di pinggir jalan dan di luar Ruko lantai dua.

“Mengapa Pemda tidak tertibkan mereka itu. Kondisi ini akan berlarut-larut jika tidak diperhatikan. Ruko dua lantai malah tidak dimanfaatkan, lebih khusus yang lantai dua,” ucapnya.

Sementara itu, kepala Dinas Perindagkop, Fransiskus P. Sinta mengatakan akan mencari solusi terkait keluhan pedagang tersebut.

“Kita akan cari solusi yang terbaik agar para pedagang merasa nyaman berjualan. Terkait bangunan Pasar Rakyat Ranaloba Borong, kita sudah menjelaskan kepada para pedagang dalam tahun ini gedung tersebut akan di pasangkan plafon agar suhu ruangan tidak panas. Nanti kita akan kita akan tata lebih baik lagi yah,” kata Fransiskus yang baru dua hari dilantik menjadi Kadis Perindagkop Manggarai Timur itu.(*)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *