Banner-Top
Banner-Top

Gegara Corona, Produsen Minyak Kelapa Murni di Matim Menangis Sedih

Produsen Minyak Kelapa Murni di Kisol. Foto/Ando.
Produsen Minyak Kelapa Murni di Kisol. Foto/Ando.

BORONG, POSFLORES.COMDemi memutus mata rantai penyebaran covid-19, soccial distancing (pembatasan sosial) menjadi salah satu kebijakan yang diambil Pemerintah Republik Indonesia.

Kebijakan ini tentunya berdampak besar pada sektor ekonomi, di mana penghasilan masyarakat kian hari kian merosot. Seperti yang dialami oleh Maria Oni (48), seorang produsen minyak kelapa murni (VCO) yang berasal dari Kampung Kisol, Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba,Kabupaten Manggarai Timur.

Ketika posflores.com menyambangi kediamannya, Kamis, 23 April 2020, dengan wajah yang sedih Maria Oni mengungkapkan rasa sedihnya. Dirinya mengatakan bahwa, semenjak pemerintah menerapkan sistem pembatasan sosial, ia tidak bisa lagi mendistribusikan minyak kelapa murni.

Hal tersebut dikarenakan pelanggannya lebih memilih untuk membeli masker dan kebutuhan primer lainnya. Menggingat harga masker yang kian meroket setelah pemerintah menghimbau masyarakat untuk menggunakan masker mulut.

“Dulu, dalam satu Minggu saya dapat memproduksi minyak kelapa murni hingga 50 botol. Satu botol dijual dengan harga Rp, 25.000. Sekarang pelangan saya di Ruteng dan Labuan bajo tidak lagi memesan. Katanya penghasilan mereka menurun dan mereka lebih memilih untuk membeli masker, agar terhindar dari virus corona,” ungkap wanita yang mengandalkan biaya sekolah kedua anaknya dari hasil jualan minyak kelapa murni.

Kondisi yang sama dialami Regina Kiong (62) yang juga berasal dari Kisol. Dengan berlinangan air mata, janda yang ditingal mati suaminya 13 tahun silam tersebut, mencurahkan segala perasaannya terkait persoalan ini.

“Sedih sekali Pak, sedih sekali. Sejak bulan Maret, pelanggan saya dari Aimere dan Bajawa tidak lagi membeli minyak kelapa murni. Katanya penghasilan mereka juga merosot dan mereka tampung uang untuk beli masker dan kebutuhan lain. Memang nasib kami penjual minyak kelapa murni tidak semujur penjual masker,” ucap Regina sambil mengusap pipinya yang ditetesi air mata kesedihan.

Menurut mereka, minyak kelapa murni memiliki banyak manfaat. Selain untuk menghilangkan gatal-gatal pada kulit, juga bisa meredakan batuk berdahak dengan mengonsumsi langsung menggunakan 1 sendok makan.

Mereka berharap agar wabah virus corona yang sudah merenggut ribuan nyawa manusia ini cepat belalu, supaya perputaran perekonomian kembali pulih. [Marselino Ando]

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top