Sel. Jan 21st, 2020

Mengawal Nusa Tenggara Timur

Gelombang Laut Tinggi, Nelayan di Manggarai Timur Cari Kerja Sampingan

1 min read

Cuaca laut tidak bersahabat, nelayan enggan melaut. Foto/Rian.

Oleh: Rian Leba

 

BORONG, POSFLORES.COM–Cuaca buruk yang melanda perairan Nusa Tenggara Timur saat ini, mengharuskan nelayan untuk rehat sejenak dari rutinitas melaut. Di Borong Manggarai Timur, para nelayan mengisi kesempatan ini dengan memperbaiki perlengkapan melaut, serta mencari pekerjaan sampingan.

Seorang nelayan berinisial AR, kepada posflores.com mengatakan bahwa, kondisi laut seperti saat ini memang sudah biasa baginya. Memang hal ini merugikan dia, namun seperti inilah keadaanya, yang tidak mungkin diubah olehnya.

Musim barat seperti ini, melaut tentunya tidak dapat kami lakukan, yang dapat dilakukan hanyalah menjaga dan memperbaiki peralatan melaut agar tidak rusak. Kenyataan seperti ini bukanlah hal baru bagi kami, karena setiap tahun kami merasakan hal yang sama,” ujar AR, 12 Januari 2020.

Bagi para nelayan, menanti hingga berakhirnya musim barat, tentunya sangatlah merugikan. Sebab hanya lautlah lahan utama bagi mereka untuk bekerja. Untuk melengkapi kebutuhan harian mereka, yang dapat dilakukan adalah mencari pekerjaan sampingan. Sambil berharap agar cuaca buruk seperti ini secepatnya berakhir.

Kondisi seperti ini memang merugikan kami, karena hanya lautlah ladang penghasilan kami untuk menghidupi keluarga. Namun itulah kenyataannya, kami hanya berharap agar musim barat ini segera berahkir. Sehingga kami bisa kembali melaut lagi,” kata istri AR, yang menemani suaminya memperbaiki jala.

Sementara itu, BMKG Kupang mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi serta informasi prakiraan gelombang untuk untuk hari ini 12 Januari 2020 mencapai lebih dari 1, 25 meter dan bertahan selama 12 jam sekitar perairan Indonesia dan berlaku hingga 2 hari sejak peringatan dini dikeluarakan.(*)

Facebook Comments