Sen. Des 9th, 2019

Lugas, Berani, Independen

Guru Penerima Insentif Di Matim Kecewa, Basilius Teto: Mohon Bersabar

2 min read

Puluhan guru mendatangi Sekolah SMPN 12 Kota Komba. Foto/Nardi Jaya.

Oleh: Nardi Jaya

 

BORONG, POSFLORES.COM–Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kabupaten Manggarai Timur mengeluarkan pengumuman yang isinya ditujukan kepada Kepala Sekolah TK, SD, SMP Negeri se-kabupaten Manggarai Timur.

Isi pengumuman tersebut yakni  memerintahkan guru-guru di sekolah masing-masing khususnya guru penerima dana insentif tahun anggaran 2019, untuk segera mengambil rekomendasi pencairan dana insentif bulan Agustus hingga Oktober 2019.

Namun yang menjadi soal adalah, isi dari pengumuman tersebut mendapat sorotan tajam dari guru-guru penerima dana insentif.

Salah satu Guru  penerima dana insentif berinisial TL, kepada Posflores.com, Jumat 29 November 2019, mengaku tidak puas dengan pengumuman tersebut. Pasalnya, dalam surat tersebut tidak mencantumkan dana insentif mereka di bulan Juni dan Juli tahun 2019.

Dalam pengumuman itu, kami diminta mengambil rekomendasi pencairan dana bulan Agustus sampai bulan Oktober. Bulan Juni dan Juli kok kami tidak terima.
Terus terang pak, kami sangat  kecewa. Sungguh sangat tidak masuk akal, bukankah Rancangan Anggaran Pendapatan & Belanja Daerah (RAPBD) sudah dibuat 1 thun anggaran? realisasinyakan sampai bulan Desember, tapi mengapa bayarnya setengah-setengah?” tandas TL.

Hal senada juga diungkapkan NK, salah satu guru muda yang mengaku tidak mendapatkan gaji selain bersandar pada dana insentif dari Pemda Manggarai Timur.

Di sekolah tempat saya mengajar, teman-teman yang masih status guru honor, hanya mengharapkan gaji dari tunjangan tersebut. Dana dari komite tidak ada. Bahkan masih banyak teman-teman yang sudah lama mengabdi, tetapi tidak tercover namanya di Pemda. Sementara, orang yang baru mengajar ada namanya. Ini kan tidak adil,” ujar NK.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas P dan K Matim, Basilius Teto, melalui sambungan telephone menjelaskan bahwa, untuk tahun ini  Pemda mengalami keterbatasan dana. Pencairan insentif akan kembali normal di tahun 2020.

Kita keterbatasan anggaran untuk tahun ini. Tetapi saya pastikan tahun 2020, akan kembali normal. Guru-guru dimohon bersabar,” jelas Teto.

Dihubungi terpisah, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai Timur, Salesius Medi, kepada posflores.com menegaskan bahwa, hak-hak Guru honor harusnya diakomodir, terpenuhi dan tidak boleh terpotong.

“Intinya hak mereka (guru) itu harus dibayar. Tidak ada alasan untuk tidak dibayar. Satu haripun, keringat mereka harus dibayar”, tegasnya.

Salesius Medi juga meminta guru-guru yang ada di Kecamatan Kota Komba, agar menolak menerima  tunjangan tersebut yang sedianya dilakukan di SMPN 12 Kisol. Dia menyarankan agar langsung mendatangi kantor dinas terkait, untuk menanyakan alasan dan kejelasan yang sesungguhnya.

Saya meminta guru-guru yang ada di Kecamatan Kota Komba agar datang langsung menerima di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Timur, untuk menanyakan alasan mendasar yang sejelas-jelasnya. Bila perlu mengutus dua atau tiga orang perwakilan guru untuk datang langsung di kantor DPRD, supaya kami panggil kepala dinas terkait,” kata Medi.

Untuk diketahui, kurang lebih puluhan orang guru pada hari ini (29/11) mendatangi SMPN 12 Kota Komba di Kisol, guna mengambil rekomendasi pencairan dana insentif tahun anggaran 2019.(*)

Facebook Comments