Hans Rumat: Saya minta Polisi dan Jaksa Periksa Pembangunan Jalan di Kota Komba

Kondisi jalan di Kota Komba yang baru sebulan usai dibangun. Foto/ist.

BORONG, POSFLORES.COM–Yohanes Rumat, anggota DPRD Propinsi NTT dari Partai Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meminta Polisi dan Jaksa untuk segera selidiki informasi terkait pembangunan jalan lapisan penetrasi (lapen) di Kota Komba, Manggarai Timur.

Rumat mengatakan bahwa fungsi pengawasan itu melekat dan teknis ada di tangan mitra yaitu antara bupati dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Menurut Rumat, pihak yang bertanggungjawab terkait hal ini adalah kontraktor dan seluruh para pihak seperti konsultan perencanaan, konsultan pengawas lapangan dan anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur.

Karena ini adalah jalan kabupaten, maka fungsi pengawasan melekat dan tekhnis ada di tangan bupati dan dinas PUPR. Dan juga yang bertanggungjawab adalah kontraktor, konsultan perencana, konsultan pengawas lapangan dan anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur,” kata Rumat kepada posflores.com saat dimintai tanggapannya terkait kondisi jalan di Kota Komba, Selasa 18 Februari 2020.

Menurut Rumat, sebagai anggota DPRD Propinsi NTT, tentu merasa prihatin dan kecewa karena anggaran yang begitu besar tetapi hasilnya buruk sekali.

Sebagai anggota DPRD Propinsi, tentu saya merasa kecewa dan perihatin. Anggaran yang begitu besar namun hasil kerjanya buruk sekali. Saran kami untuk dikemudian hari, hal seperti ini tidak terulang kembali. Dan terkait kualitas jalan tersebut, saya meminta Polisi dari Polres Manggarai Timur dan pihak Kejaksaan untuk turun periksa dugaan pengerjaan jalan yang diduga asal jadi tersebut,” ujar Rumat.

Selain itu, Hans Rumat mengungkapkan bahwa kebenaran informasi tersebut penentunya ada di tangan Polres dan Kejaksaan.

“Polisi dan Jaksa adalah penentu, apakah informasi di lokasi seperti yang diberitakan atau tidak. Polisi dan Jaksa harus berani ambil sikap atas informasi yang beredar. Kalau Polisi dan Jaksa tidak punya nyali, maka fungsi pengawasan kami sebagai DPRD juga mandul. Sebab, DPRD tidak berada pada posisi salah atau benar,” ungkap Rumat.

Dia juga mengapresiasi media massa yang mengangkat masalah teesebut. Menurutnya, fungsi media massa pun sangat membantu mengangkat hal seperti ini.

“Media massa juga cukup andil dalam mengangakat hal seperti ini,” kata Rumat.

Sekadar diketahui, proyek jalan lapen di Kecamatan Kota Komba, Manggarai Timur, diduga dikerjakan asal jadi. Masyarakat mengeluhkan hasil kerja yang tidak berkualitas. Sebab, proyek jalan lapisan penetrasi (lapen) yang baru selesai dibangun sebulan yang lalu di kecamatan tersebut sudah hancur.

Sebelumnya diberitakan bahwa, Paket pekerjaan Wae Lengga-Lete-Sp. Rajong dikerjakan oleh CV. Permai dengan pengawas pekerjaan CV. Barometer Entete. Informasi terkini yang didapat posflores.com, Panjang jalan yang mengalami kerusakan kurang lebih 400 meter dari 10 km volume rencana pengerjaan.

[Nardi Jaya]

Facebook Comments