Banner-Top
Banner-Top

“Hargai Waktu”

Abdul Jamil Al Rasyd. Foto/Abdul.

“Hargai Waktu”

Oleh: Abdul Jamil Al Rasyid. Mahasiswa Sastra Minangkabau FIB Unand angkatan 2019. Berdomisili di Padang Pariaman Sumatera Barat Santri Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas Patamuan Tandikek.

 

 

OPINI — Harga adalah sebuah hal yang bermanfaat serta bernilai dalam kehidupan. Harga tentu tidak lepas dari uang karena harga adalah uang yang tidak tampak, maksudnya dia ada tapi ada dalam pikiran seseorang. Ketika seseorang dihargai oleh orang lain maka dia akan disegani oleh orang lain dengan sendirinya. Kita tentu melihat orang mendapatkan penghargaan maka sama dengan ini, harga tidak jauh-jauh juga dari apresia orang terhadap kita. Ketika kita memiliki jasa terhadap orang lain maka kita akan dihargai.

Waktu adalah suatu rangkaian peristiwa yang ada dalam kehidupan. Rangkaian itu baik terjadi kemarin, hari dan akan datang. Di masa yang lalu kita bisa mengenang waktu kita, di waktu sekarang kita bisa menjadikan sebuah pelajaran dan dimasa yang akan datang tentu kita bisa menerka-nerka dan tidak bisa membuat kita memastikan apa itu benar terjadi. Waktu tentu memiliki banyak cara, baik itu per detik, menit, jam, bahkan sampai hari, minggu bulan beserta tahun.

Hidup tak lepas dari waktu, ketika masa sekarang misalnya kita masih saja bisa bersenang, masih bersama pasangan kita, belum tau esok masih ada. Karena waktu tentu bisa saja membuat orang itu sedih, senang sesuai sikap kita dan takdir kita. Untuk itu kita harus bisa menghargai waktu. Sekarang kita masih ada, belum tau besok kita masih ada, kita hanya hidup di dunia ini hanya sementara. Ketika kita dijemput oleh tuhan kita maka kita akan meninggalkan dunia. Sebelum kita menyesal, bahwa ingatlah bahwa kita bisa saja meninggal karena meninggal adalah takdir dari tuhan kita.

Waktu juga bisa membuat yang tidak mungkin, menjadi mungkin karena waktu di masa depan tidak bisa ditebak. Terkadang hari ini kita membenci orang tersebut, tahu-tahu besok kita berteman dengan dia. Sebaliknya sekarang kita baikan bersama orang itu maka besoknya orang itu akan hilang. Maka hal ini bisa membuat perasaan orang itu bisa berubah-ubah sesuai dengan waktu dan takdir tuhan terhadap dirinya.

Ketika kita di masa lalu pernah membuang-buang waktu menjadi sia-sia, menyia-nyiakan seseorang, maka mulai dari sekarang, mulailah untuk menghargai apa yang ada dalam genggaman kita. Karena waktu itu tidak bisa ditebak. Ketika semua telah hilang kita akan menyesal melakukan hak tersebut. Penyesalan tentu datang diakhir untuk itu sebelum kita menyesal, maka lakukannlah hal yang baik, hargai waktu sebaik mungkin. Ketika nanti sudah terjadi penyesalan datang dengan sendirinya.

Begitu juga dengan management waktu, kita tentu bisa membagi waktu kita dalam kehidupan, apa yang direncanakan untuk esok tentu kita harus rencanakan. Karena setiap detik di dunia tentu berharga ketimbang menyia-nyiakannya. Kita perlu mengehmat waktu, ketika tidur kita tentu memikirkan apa yang terjadi kemarin dan apa yang kita lakukan esok. Jangan pernah bermain dengan waktu, karena waktu dekat dengan penyesalan.

Ketika penyesalan itu tiba, mungkin kita berandai-andai, hanya itu yang dapat kita lakukan. Ketika semua sudah terjadi. Andaikan aku dahulu rajin, andaikan aku tidak mengecewakan dia, maka hati-hatilah dengan apa yang ada dari kita. Ingat sebelum kita kehilangan. Ingat sebelum kita menyesal karena hal ini setiap manusia tentu pernah menyesal karena telah menyia-nyiakan waktu. Mungkinkah semua bisa seperti dulu,?? itu adalah sebuah kata hanya untuk berandai-andai saja.

Untuk itu kita diminta untuk menghargai waktu, karena orang mengatakan waktu adalah uang, berarti waktu itu berharga dalam kehidupan. Hidup tentu bisa saja sekarang kita senang besoknya berubah menjadi sedih. Hal ini perlu kita ingat, mungkin kita hanya bisa berandai-andai maka kitab harus hargai waktu walau sebentar. Kita juga bisa me management waktu dengan baik, karena orang yang hebat biasanya adalah orang yang bisa membagi waktunya ketika diatas dunia. Aktivitas yang dilakukan tentu perlu manajemen yang baik. Begitulah ketika kita menghargai waktu. Karena waktu itu perlu dihargai bukan dibiarkan seperti air yang mengalir saja. (*)

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top