Banner-Top
Banner-Top

Hendak Pulang Kampung, Dua Orang Warga Dianiaya Tanpa Sebab Oleh Sekelompok Orang

Ilustrasi net
Ilustrasi net

Oleh: Yon Sahaja

 

BORONG, POSFLORES.COMSekelompok orang di Gongger, keroyok dua warga asal Kampung Kadung, Desa Satar Punda Barat, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur. Peristiwa ini tetjadi pada Kamis, 21 November 2019, sekitar pukul 01.00 dini hari.

Korban atas nama Yulius Babur dan rekannya Marselinus Sensi. Yulius Babur mengatakan bahwa, kejadian itu bermula saat ia bersama kerabatnya Marselinus Sensi, akan pulang dari Kampung Satar Teu,  menuju kampung halaman mereka di Kadung, Desa Satar Punda Barat.

Ketika sampai di Pertigaan jalan Kampung Gongger menuju Kampung Raba, Desa Satar Punda Barat dengan tiba-tiba mereka berdua dihadang lalu dikeroyok oleh sekolompok orang. Kedua korban dipukul oleh para pelaku menggunakan senjata tajam.

Tadi malam saya bersama Sensi pulang dari Satar Teu, menuju kampung kami di Kadung. Sampai di Pertigaan, Gongger- Raba, tiba-tiba orang banyak menghalangi kami. Kami disuruh untuk berhenti, setelah kami berhenti. Mereka menggunakan senter besar, lalu diarahkan ke wajah kami. Sambil mereka katakan, kita bunuh saja mereka. Salah satu pelaku yang saya tau namanya. Saat itu juga mereka tarik saya dan Sensi, posisi kami sedang di atas motor hingga kami  terjatuh ke aspal,” ujar Yulius.

Menurut pengakuan Yulius, saat keduanya jatuh, para pelaku langsung lakukan pengeroyokan. Para pelaku menggunakan kayu pentungan. Mereka juga menendang kedua korban. Keduanya mengalami luka lebam di sekujur tubuh.

Kata Yulius, ia bersama kerabatnya dibantu oleh seorang warga bernama Maksi. Ia dan Sensi kemudian diantarkan sampai di pertengahan  jalan menuju Kampung Kadung. Yulius mengatakan tidak ada pemicu sehingga mereka dikeroyok oleh kelompok orang tersebut.  Tidak ada masalah sebelumnya dengan para pelaku.

Kami tidak tahu alasan mereka pukul saya dengan Sensi. Tidak ada masalah saat itu. Mereka hanya tiba-tiba pukul kami. Kami juga bingung kenapa mereka pukul kami,” ujar Yulius.

Hal yang sama dituturkan Marselinus Sensi rekan Yulius. Ia mengakui dirinya merupakan salah satu korban pengeroyokan saat itu. Ia dipukuli oleh sekelompok orang dengan menggunakan kayu. Bahkan para pelaku menendang hingga mengalami luka lebam. Akibat dari konflik itu, ia mengalami luka parah di bagian hidung, tangan dan mengalami luka memar pada bagian tubuhnya.

Saya ditarik dari atas motor, sehingga saya terjatuh dan tergeletak di atas aspal. Saat itu juga saya dipukul dengan kayu pentungan,” ujar Sensi.

Sensi  menjelaskan, atas peristiwa tersebut, ia bersama Yulius sebagai korban didampingi kerabat, melaporkan kasus penganiayaan itu kepada pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Lamba Leda di Dampek, Desa Satar Padut, pada Kamis, 21 November 2019.

Kerabat korban, Kamelus Wil, mengatakan, meskipun dirinya bersama kedua korban telah melaporkan kejadian pengeroyokan itu di kantor Polsek Lamba Leda. Namun, tanda terima laporan dari pihak Polsek Lamba Leda belum diberikan kepada para korban sebagai pelapor. Ia menuturkan, pihak kepolisian beralasan karena pada saat pembuatan LP (Laporan Polisi) terjadi pemadaman listrik di kantor Polsek Lamba Leda.

Kami tadi datang lapor pada jam 09.00 pagi. Sampai di sini (Polsek Lamba Leda) belum keluarkan tanda terima laporan kami. Saya tanya, kami punya laporan sudah masuk atau belum pak?. Polisi itu jawab sudah masuk. Lalu saya tanya lagi, kalau begitu mana tanda terima laporannya? Karena kalau sudah masuk laporanya berarti tanda terima laporan juga harus kami pegang. Tapi, Polisi itu beralasan karena listrik mati, sehingga tidak bisa print out. Lalu alasan lainnya  kunci ruangan ada yang bawa,” ungkap Kamelus.

Secara terpisah, Kapolsek Lamba Leda, Stanislaus Jemadu, mengakui bahwa surat tanda terima laporan tersebut belum dikeluarkan.

Benar. Surat laporannya belum keluar karena listrik mati. Bahkan laptop lagi rusak. Besok pagi kami print out itu LP-nya. Saya baru sampai di rumah. Capeh sekali,” ujarnya saat dihubungi wartawan via Whatsapp.(*)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top