Hujan Berkat Sambut Kedatangan Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat Pr.

Mgr. Siprianus Hormat Pr. Saat tiba di Ruteng. Foto/Event Mardianto.

RUTENG, POSFLORES.COM–Hujan deras mengguyur kota Ruteng ibu kota Kabupaten Manggarai, Sabtu, (29/2/2020). Aku yang harus menunaikan tugas peliputan, akhirnya kembali turun ke jalan memburu berita terkait kedatangan uskup baru untuk wilayah Keuskupan Ruteng.

Aku tak lagi menghiraukan rintik-rintik hujan yang terus berguyur sepanjang hari itu. Bagiku, ini tak seberapa dibanding panas terik yang menggigit ketika turun liputan di Kota Borong, Manggarai Timur. Dengan mengendarai sepeda motor tuaku. Aku bergegas menuju keramaian, di mana banyak orang berdesakan mencari jalan, ingin bertemu langsung dan berjabat tangan dengan putra asli Manggarai yang baru dithabis menjadi pengembala domba di Keuskupan Ruteng yang  bernama Mgr. Sipri Hormat, Pr.

Tiba di gerbang barat Kota Ruteng, yakni di Kampung Mena, Warga Kota Ruteng tumpah ruah memadati jalanan. Riuh riang dentingan drum band mengantar Uskup baru hingga tiba di gerbang Istana Keuskupan. Di sana ia disambut dengan sejumlah tarian seperti Ja’i, Hegong, dan Kapu. Acara penyambutan secara adat berakhir dengan pemberian kain songke atau lipa wengko oleh tokoh ada saat Uskup memasuki Istana.

 

Saat Mgr. Siprianus Hormat Tiba di Istana

Saat tiba di Istana Keuskupan, Administrator Apostolik Keuskupan Ruteng, Mgr. Silvester San, menyampaikan selamat datang kepada Uskup Sipri dan rombongan. Hal yang cukup unik di mana seorang Uskup menyambut kedatangan Uskup terpilih, dan disambut  hujan lebat yang konon akan membawa berkat perutusan dalam tugas kegembalaan.

Hujan yang turun pertanda ada berkat bagi umat Keuskupan Ruteng. Selamat datang yang Mulia,” ucap Mgr. Silvester San.

 

Mgr. Siprianus Hormat Merasa Terharu

Sementara itu, uskup Sipri Hormat dalam sambutannya mengaku tak bisa mengungkapkan perasaannya melihat sambutan luar biasa umat mulai sejak tiba di Labuan Bajo sampai Ruteng.

Sebenarnya saya tidak punya kata-kata untuk mengungkapkan semuanya, saya terharu. Sungguh rasa yang saya alami sejak kemarin mulai dari Labuan Bajo. Saya melihat ada antusiasme umat serta semua jajaran pemerintah yang ada di tiga kabupaten ini mensorak sorai menyambut kedatangan saya di pintu masuk dari wilayah ini. Saya melihat itulah karya Tuhan. Jadi, karya Tuhan itu ada dalam hati setiap orang dan hati itulah yang berbicara. Saya percaya bahwa itu adalah ungkapan-ungkapan ketulusan tentang sebuah kerinduan panjang. Karena itu saya sebagai uskup terpilih di Keuskupan Ruteng dengan anugerah yang luar biasa menyampaikan bukan untuk saya tetapi untuk seluruh umat di wilayah Keuskupan Ruteng ini,” kata Uskup Sipri.

 

Sambutan Bupati Manggarai 

Bupati Deno Kamelus dalam sambutannya juga menyampaikan selamat datang kepada Uskup Sipri dan rombongan. Sebuah ungkapan kerinduan dengan nada penuh syukur dikeluarkan dari mulut orang nomor satu di Kabupaten Manggarai tersebut.

Umat Katolik di Keuskupan Ruteng juga adalah masyarakat dari tiga kabupaten yakni Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Barat dan Kabupaten Manggarai Timur. Pada kesempatan ini, saya atas nama seluruh masyarakat Manggarai menyampaikan selamat
memasuki Masa Prapaskah untuk kita semua. Ketika tanggal 13 November 2019 silam Romo Vikjen Keuskupan Ruteng, Rm. Alfons Segar, Pr. membacakan
keputusan Tahta Suci Vatikan, kita semua serentak bersatu melantunkan nada syukur. Penantian panjang dalam doa-doa agar Keuskupan Ruteng segera memiliki Uskup yang baru terjawab sudah,” kata Bupati Kamelus.

Sebuah ungkapan kerinduan, lanjut Deno, dalam nada penuh syukur gembala yang baru, akan memberi kesegaran pada domba-dombanya.

Selanjutnya, izinkanlah saya menyampaikan terima kasih
kepada Mgr. Silvester San yang telah berada bersama kami selama ini. Tugas sebagai Administrator Apostolik
Keuskupan Ruteng tentu saja belum selesai. Masih akan berlangsung sampai tanggal 19 Maret mendatang. Ucapan
terima kasih ini terutama disampaikan karena telah memungkinan seluruh rahmat ini kita terima sampai pada
hari ini. Selanjutnya, dalam rangka Upacara Pentahbisan nanti, kami berharap agar Mgr. San tetap sehat dan
bersama-sama kami dan seluruh panitia menyukseskan peristiwa besar itu. Terima kasih juga kepada seluruh panitia yang telahbekerja keras dan akan tetap bergandeng tangan hinggahari pentahbisan nanti. Semoga seluruh karya pelayanan kita diberkati Tuhan,” ujar Bupati Kamelus.

Uskup Sipri, papar Bupati Kamelus, akan menjadi gembala di Keuskupan ini
pada Tahun Penggembalaan.

Saya percaya kita semua meyakini, peristiwa ini tidak terjadi begitu saja.
Uskup Ruteng yang baru adalah gembala yang telah mengenal dengan baik pada penggembalaannya-yang terdiri dari tiga wilayah pemerintahan kabupaten. Oleh
karenanya, sebagaimana seorang gembala yang mengenal pada penggembalaannya dengan baik akan membawa domba-dombanya ke padang yang berumput hijau dan
mata air yang tenang. Mgr. Sipri tentu saja akan melakukan hal yang sama pada seluruh umat Keuskupan Ruteng ini. Dalam hubungannya dengan tugas penggembalaan tersebut, sebab seluruh umat Keuskupan Ruteng adalah
juga masyarakat dari tiga wilayah pemerintahan (Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur), maka
situasi ‘pulang kampung’ ini kiranya menjadi kesempatan yang baik bagi Mgr. Sipri, untuk membangun keuskupan ini
dalam ruang-ruang dialog,” kata Bupati Kamelus.

Deno menambahkan, Uskup Sipri adalah
seorang anak dari rahim Nuca Lale yang sejak ditahbiskan sebagai imam, hanya
setahun berkarya di Keuskupan Ruteng.

Selama dua tahun terakhir, setiap doa-doa di seluruh Keuskupan Ruteng (Doa Tahun Persekutuan 2018 dan Doa Tahun Pelayanan 2019) selalu menyertakan permohonan agarsegera terpilih Uskup yang baru. Mgr. Siprianus Hormat ditahbiskan sebagai Imam pada tahun 1995. Selama setahun bertugas sebagai Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Ruteng, lalu berkarya di luar Ruteng. Melihat perjalanan panjang ziarah panggilan Mgr. Siprianus Hormat, penunjukan oleh Tahta Suci Vatikan pada akhir tahun lalu itu, dapat dilihat sebagai peristiwa “kole beo/pulang kampung tetapi bukan pulang kampung
biasa. Meninggalkan Manggarai sebagai imam muda dan kembali ke tanah ini sebagai seorang Uskup. Mgr. Siprianus
Hormat telah hidup dalam filosofi harapan para leluhur kita “lalong bakok du lakon, lalong rombeng du kolen”. Untuk itulah kita semua sungguh bergembira. Mgr. Siprianus Hormat dan hadirin yang terkasih, dalam konteks pulang kampung itulah, perkenankan pada kesempatan penuh syukur ini, saya menyampaikan selamat datang kembali ke tanah kelahiranmu, Monsinyur. Sebagai yang kembali dalam nuansa/wajah
yang lain (Sebagai lalong rombeng) lihatlah tanah ini dan mari bersama-sama seluruh komponen yang ada mulai
berkarya melakukannya dalam kasih,” papar Bupati Kamelus. [Event Mardianto]

Facebook Comments