Banner-Top
Banner-Top

Ibu Rumah Tangga di Matim Tewas Gantung Diri

Polisi saat olah TKP. Foto/Ist.
Polisi saat olah TKP. Foto/Ist.

BORONG, POSFLORES.COMSeorang Ibu Rumah Tangga di Kampung Dopak, Desa Sangan Kalo, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur ditemukan tewas gantung diri.

Korban berinisial MB tersebut ditemukan oleh GT (suaminya), pada Kamis (23/7/2020) sekitar pukul 23: 30 witta. Korban ditemukan gantung diri di samping gudang padi miliknya.

“Awalnya suami korban terbangun hendak buang air kecil. Ia melihat istrinya dalam keadaan gantung diri. Kemudian ia berteriak meminta pertolongan dari warga sekitar,” kata Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur, Iptu Deddy Karymoi S.H.

Diceritakan Deddy, sebelum korban bunuh diri, pada sore harinya sekitar pukul 15.00 wita, korban (MB) diminta oleh suaminya untuk pergi ke kios membayar bon (utang) barang sejumlah Rp 2.500.000 (Dua juta lima ratus ribu rupiah).

“Sekitar pukul 17.00 wita Korban kembali ke Rumah dan menyampaikan kepada Suaminya, bahwa masih ada utang lainnya sebesar Rp. 2.000.000 (Dua juta rupiah) kepada saudara Laki-laki korban yang Kuliah di Malang. Merespon hal itu, suami korban menjawab bahwa uang untuk adik di Malang akan dikembalikan pada saat adik korban datang libur,” jelas Dedyy.

Menurut Deddy, pada pukul 19.00 witta, Korban bersama suami makan malam. Kemudian sekitar pkl 19.30 wita, suami korban masuk ke dalam kamar untuk tidur dan disusul oleh korban. Lalu sekitar pkl 23.30 wita suami korban terbangun untuk buang air kecil. Saat itu dia tidak melihat korban di sisinya. Kemudian dia memanggil korban tapi tidak ada jawaban. Kemudian ia mencari korban di kamar mandi dan melihat korban sudah tergantung di samping gudang padi milik mereka.

Dijelaskan Deddy, berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh pihak Puskesmas Elar, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

“Korban diduga murni bunuh diri. Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hanya ada luka lecet pada lehernya karena lilitan tali. Kemudian pihak keluarga menolak jenasah korban divisum,” ucap Deddy. [Tim]

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top