Ini Desa Penghasil Porang Terbanyak di Manggarai Timur

0
364 views
Kades Rana Kulan, Sanjay. Foto/Lipus.

BORONG, POSFLORES.COMRana Kulan. Rana Kulan merupakan Desa Agrowisata dan salah satu Desa penghasil Porang terbanyak di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.

Desa yang memiliki populasi penduduk 763 jiwa ini, menjadikan Tanaman Porang sebagai primadona baru bagi para Petani. Tanaman Porang terhitung tanaman pertanian baru di Kabupaten Matim.

Sebagai desa penghasil Porang terbanyak, Rana Kulan dapat dijadikan desa contoh untuk sektor pertanian tanaman Porang di Kabupaten Matim. Hal ini dilihat dari mayoritas penduduknya yang memiliki Kebun Porang. Dan tentu saja hal tersebut berdampak pada kesejahteraan hidup para Petani.

“Kesadaran gerakan tanam seribu Pohon Porang per Kepala Keluarga, telah menjadi rutinitas kami setiap tahunnya,” ujar Kepala Desa Rana Kulan, Fransiskus Sanjay, kepada Wartawan, Minggu,(18/10/2020).

Kades Sanjay menjelaskan, semua penduduk di desanya telah menjadikan tanaman Porang sebagai Primadona baru dalam bercocok tanam.Tanaman ini telah banyak diminati oleh para Petani.

Desa Agrowisata dan Kelompok Tani Milenial

Ketika mengunjungi Rana Kulan, kita disejukan dengan tanaman Porang yang tertata rapi di bagian kiri-kanan jalan. Semua itu merupakan hasil Karya dari Kelompok Tani Milenial yang berada di Wilayah Desa Rana Kulan.

Menurut Kades Sanjay, ada 15 Kelompok Tani Porang yang ada di desanya, semuanya terdiri dari kaum milenial. Mereka memiliki semangat dan niat yang tangguh dalam memajukan sektor pertanian Porang di Desanya.

“Sebagai anak petani, tentunya kami merasakan betul bagaimana perjuangan kaum tani dalam memajukan sektor pertanian yang ada. Tanah yang subur dan topografi daerah yang sangat menguntungkan, menjadi motivasi kami untuk terus berjuang. Masyarakat juga yang menikmati hasilnya dari gebrakan kolektivitas yang kita bangun,” papar Sanjay.

Menurut Sanjay, paradigma bahwa Petani itu miskin merupakan hal yang salah. Keterbatasan bukanlah penghalang supaya terus maju dan berjuang. Sebagai anak petani, kata Sanjay, motivasi dasarnya bagaimana menjadikan kaum milenial sebagai garda terdepan untuk memajukan sektor Pertanian di era modern ini.

“Prinsip petani milenial jangan pasrah pada kenyataan harus berani bangkit dan berjuang. Pemuda adalah tonggak dan pilar kemajuan Bangsa dikemudian hari,” ucap Sanjay.

Kades Sanjay berharap, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur mendukung program Petani Porang di Desanya. Pemda diminta untuk mencari pasaran yang tetap untuk para Petani Porang, agar petani dapat menjual dengan harga yang memuaskan.

“Diharapkan juga Pemkab bisa memberi pendidikan kepada masyarakat supaya bisa budidaya Porang tanpa gunakan pupuk kimia melainkan pupuk organik yang ramah lingkungan. Hal terebut demi menjaga kualitas tanaman. Karena Porang ini terhitung tanaman Pertanian baru di Kabupaten Matim,” jelasĀ  Kades Sanjay. (Lipus)

Facebook Comments

Share and Enjoy !

0Shares
0 0