Banner-Top
Banner-Top

Inspektorat Matim tunda Proses Audit Pengelolaan Dana Desa

Kantor Inspektorat Matim. Foto/Ando.
Kantor Inspektorat Matim. Foto/Ando.

BORONG, POSFLORES.COM--Inspektorat Kabupaten Manggarai Timur menunda jadual pemeriksaan terkait laporan penggunaan Dana Desa yang diduga fiktif di Desa Rengkam, Kecamatan Poco Ranaka Timur. Proses audit rencananya akan dijadualkan setelah penanganan Covid 19 usai.

Hal tersebut dikatakan Kepala Inspektorat Kabupaten Manggarai Timur, Gonsa Tombor, kepada posflores.com, Senin, 20 April 2020.

Senada dengan Gonsa, Kepala Dinas PMD Manggarai Timur, melalui Kepala Bidang Pembangunan, Ismail Jehada menjelaskan, pemanggilan Kades Rengkam untuk klarifikasi dugaan laporan fiktif sudah dijadualkan.

"Semuanya sudah terjadual. Hanya saja tertunda karena penangan covid-19. Nanti akan kita infokan," jelas Jehada

Sebelumnya diberitakan, terdapat sejumlah laporan Proyek yang diduga fiktif di Desa Rengkam, Kecamatan Poco Ranaka Timur. Laporan proyek tersebut, antara lain:

1. Pekerjaan pembangunan tembok penahan tanah (tpt) kembang Ros sampe Wae Dimpung yang menghabiskan anggaran 107.483.814 yang terlihat putus-putus, dan dilaporkan tuntas seratus persen.

2. Pekerjaan pembangunan pelebaran jalan golo kembang--Ros sampai Wae Emas sepanjang 30 meter dengan anggaran 2.177.317 yang bukti fisiknya tidak ada.

3. Pekerjaan pembangunan jalan Bea Purang sampai Natas Terong dengan anggaran 8.541.278 yang dalam realisasi material ada, tapi tidak dikerjakan.

4. Pekerjaan pembangunan deker plat jalan Bea purang sampai Natas Terong dengan anggaran 5.242.446 yang dalam realisasinya tidak dikerjakan.

5. Pekerjaan pembangunan tpt bea purang sampai Natas Terong dengan anggaran 15.117.195 yang dalam realisasinya tidak dikerjakan. (RAB 2019)

6. Rehabilitasi peningkatan prasarana jalan Desa (gorong-gorong, selokan prasarana jalan lain) dengan anggaran 502.589.857 yang realisasinya tidak ada.

7. Pembangunan Rutilahu dengan anggaran 120.000.000 yang realisasinya tidak ada.

8. Pemeliharaan sumber air bersih milik desa (mata air, penampung air, sumur bor, dll) dengan anggaran 9.600.000 yang realisasinya tidak ada.

"Semua item proyek fisik itu tertuang dalam lampiran peraturan kepala desa Rengkam Nomor 1 tahun 2019 tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan Belanja Desa yang laporannya terlaksana seratus persen namun pelaksanaanya tidak ada, itupun belum termasuk tahun 2018 dan tahun sebelumnya," ungkap warga yang enggan namanya dipublikasi.

 

Tidak Memiliki Kantor Desa

Terkait laporan fiktif, warga tersebut juga menuturkan, sejak terpilihnya Kepala Desa di tahun 2015 dulu, Desa Rengkam tidak memiliki Kantor tetap. Material bertumpukan di tempat yang konon akan dibangun kantor desa. Selain itu, papan nama kantor desa dan juga BPD serta tiang bendera tidak terlihat di lokasi tersebut.

Situasi nampak sepi ketika posflores.com melakukan penelusuran di lokasi. Aparat desa tidak terlihat melaksanakan aktifitas. Menurut warga tersebut, papan proyek pembangunan jiga tidak ada di desanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Rengkam, Fransiskus Yunsun menjelaskan jika masyarakat di Desanya itu selalu merusak papan tender setiap kali ada proyek desa yang masuk.

Terkait dugaan laporan fiktif, Yunsun menjelaskan bahwa, dari delapan (8) item yang dilaporan itu tidak benar. Alasannya, salah satu pengerjaan di Natas Terong untuk sementara dihentikan atas dasar permintaan Pemda.

Terkait laporan fiktif pengadaan dan perbaikan rumah sehat 12 fakir miskin yang dananya mencapai 120 juta ditahun 2018, Fransiskus membantah ada program. Program yang bersangkutan ada dan sudah terealisasi ditahun 2019.

"Kalau di dalam dokumen kami ada program pembangunan dan perbaikan rumah sehat 12 fakir miskin tahun 2018, berarti itu salah ketik," kata Yunsun beberapa waktu lalu.

Terkait bantuan rumah tersebut, kepada wartawan, dirinya menegaskan bahwa, RAB yang aslinya hanya pada tahun 2019 dan masyarakat sudah terima material bahkan ada yang sudah mulai kerja. [Nardi Jaya]

Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top