Banner-Top
Banner-Top

Janji Pasang Meteran Listrik, Pria asal Waelengga diduga Bohongi Warga Kampung Parang, Matim

Kabel di rumah warga tanpa meteran listrik. Foto/Yunt.
Kabel di rumah warga tanpa meteran listrik. Foto/Yunt.

MANGGARAI TIMUR, POSFLORES.COM Sejumlah warga di Dusun Parang, Desa Golo Ndele, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur megaku dibohongi Herman Cdedot, vendor pemasangan jaringan instalasi listrik.

Menurut warga, Herman Cdedot berdomisili di Waelengga, Kelurahan Watu Nggene, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur. Herman diminta bertanggung jawab atas persolan yang merugikan masyarakat tersebut.

Warga mengaku dibohongi Herman lantaran sejak bulan Oktober tahun 2020, Herman tidak kunjung memasang meteran listrik yang telah dijanjikan.

“Sejak bulan Oktober 2020 silam rumah kami masih gelap tanpa aliran listrik. Padahal kami sudah membayar biaya pemasangan meteran walaupun belum lunas,” kata Erasmus, salah satu warga Parang kepada Posflores.com, Sabtu, 3 Juli 20210

Sedangkan Agnes, warga Parang lainnya mengaku kecewa dengan pihak instalator yang datang hanya untuk menipu masyarakat.

“Saya sangat kecewa. Hingga tahun 2021 meteran juga belum terpasang dan kami meminta pihak instalator untuk bertanggung jawab atas persoalan ini. Karena kami sangat merindukan aliran listrik yang telah dijanjikan,” ucap Agnes.

Sementara Thomas, tetangga Agnes menegaskan jika Herman Cdedot tidak sanggup melanjutkan pemasangan meteran, maka diminta agar uang dikembalikan ke warga.

“Kami bisa menghubungi orang lain untuk pasang, karena sudah bosan kami menunggu. Selama ini kami hanya gunakan lampu sehen. Tentu sebagai masyarkat kecil kami meminta Herman untuk bertanggung jawab. Jika tidak, maka kami akan melaporkan kepada Polisi,” ujarnya.

Warga mengaku sering menghubungi Herman via telepon seluler, namun yang bersangkutan tidak merespon walau nomor telepon yang bersangkutan sedang aktif.

Sementara itu, Karianus Li, penanggung jawab PLN Ranting Borong mengatakan untuk vendor atau instalatir yang bisa di koordinasi cuma yang diakui dan terdaftar di ULP Ruteng.

“Kami akan mencoba bantu koordinasi dengan ULP Bajawa, karena vendor dari Waelengga merupakan wilayah kerja ULP Bajawa,” katanya singkat. (Yunt)

Facebook Comments
Banner-Top
Terkait lainnya
Banner-Top