JPIC Bersama KWT “MONDO” Melakukan Panen Perdana Tanaman Holtikultura Organik di Reok

JPIC Panen Perdana tanaman Holtikultura di Reok. Foto: Adrian Juru/team YFF.

Oleh : Adrian Juru

 

RUTENG, POS FLORES.com–Justice Peace and Integrity of Creation (JPIC) SVD Ruteng bersama kelompok wanita tani (KWT) Mondo desa Bajak kecamatan Reok Kabupaten Manggarai melakukan panen perdana ( Nungku Ni’ang dalam bahasa daerah setempat) tanaman holtikultura organik (THO) bersama pemerintah setempat.

Kegiatan panen perdana (Nungku Nia’ng) tanaman holtikultura organik (THO) tersebut dihadiri oleh beberapa perwakilan dari berbagai instansi diantaranya Babinsa Desa Bajak, Pemerintah Kabupaten yang diwakili oleh Camat Reok Kanisius Tonga, pemerintah Desa Bajak, Direktur CV. Sulu Konsultan Lingkungan Ardianus Petrus Lagur, tim dari berbagai media elektronik dan online, serta JPIC dan Kelompok wanita tani (KWT) SOVERDIA Mondo.

Kegiatan berlangsung pada Jumat, (31/5/2019) yang diawali dengan beberapa sambutan dari tokoh yang hadir.

Kordinator Justice Peace and Integrity of Creation (JPIC), Societas Verbi Divini (SVD) Ruteng Pater Simon Suban Tukan SVD, dalam Sambutannya Pater Simon berterima kasih kepada semua Stakeholders yang telah berpartisipasi selama dua tahun pengelolan lahan mati sebesar 3,5 hektar itu menjadi lahan produktif.

Kepada wartawan,Pater Simon, menyampaikan Justice Peace and Integrity of Creation (JPIC) adalah bagian pelayanan dari Gereja untuk merawat dan pelestarian Bumi.

“Selama ini kita sudah melakukan advokasi kepada masyarakat bagaimna cara merawat bumi yang sering kami bicarakan diberbagai forum, tetapi itu belum cukup sehingga kami bekerja sama dengan CV. Sulu Konsultan Lingkungan untuk merealisasikan ide-ide itu dengan memanfaatkan lahan-lahan kosong masyarakat dipesisiran seperti ini untuk menjadi lahan produktif,” ucap Pater Simon.

Lebih lanjut Pater Simon mengatakan sangat bangga karena mengelola  lahan dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan yaitu menggunakan “Pompa Barsa” sehingga Petani lebih efisien dan efek dalam mengelola lahanya, karena ini merupakan bagian dari tanggung jawab Gereja agar masyarakat terus memanfaatkan alam dengan baik.

Pengelolan lahan tanaman holtikultura organik itu menggunakan Desain Business Development, justice peace and Integrity of creation (JPIC) sendiri merupakan penyedia jasa dan setiap hasil panen petani akan di genjotkan 20%  untuk membayar dan merawat alat, Justice Peace and Integrity of Creation (JPIC) berharap agar petani merawat dan terus memanfaatkan teknologi yang ada.

Hal senada disampaikan  Camat Reok, Kanisius Tonga, ia menyampaikan terimakasih kepada JPIC yang membantu mendorong perekonomian masyarakat dengan mengembangkan tanaman holtikultura organik di wilayah Kecamatan Reok.

“Saya mengucapkan apresiasi kepada JPIC yang membantu Perekonomian masyarakat melalui kelompok tani wanita (TWK) SOVERDIA Mondo, terimakasih dari kami pemerintah kecamatan Reok karena kami menjadi perhatian khusus. Kita akan sama-sama mengeroyok ini kemiskinan,” kata Kanis.

Setelah pembukaan panen perdana (Nungku Nia’ng) dilakukan, direktur CV.Sulu Konsultan Lingkungan Ardianus Petrus Lagur menjelaskan teknik penggunaan Pompa Barsa. Pada kesempatan itu Ardianus menjelaskan dari hasil asesmen ternyata petani sangat membutuh air dalam pengolahan lahan-lahan mereka, tetapi operation cost menjadi kendala bagi mereka.

“Kami mencoba teknologi yang mungkin investasinya tinggi tetapi operasionalnya murah dan masyarakat membayar setelah panen. Pompa Barsa bisa berjalan tanpa menggunakan bahan bakar, karena pompa ini berputar sangat bergantung pada arus air. Alat ini sangat bermanfaat bagi petani yang berusaha pada musim kemarau,” ungkap Ardi.

Direktur CV.Sulu konsultan lingkungan itu berharap agar masyarakat bisa memanfaat teknologi yg ada meningkatkan perekonomian petani di kecamatan Reok.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.